• News

  • Bisnis

Survei: Prioritas Tim Ekonomi Jokowi-Ma`ruf Amin, Defisit Transaksi dan Pengangguran

Pasangan presiden dan wakil presiden, Joko Widodo-Ma'ruf Amin.
Istimewa
Pasangan presiden dan wakil presiden, Joko Widodo-Ma'ruf Amin.

Berita Terkait

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Survei Katadata Investor Confidence Index (KICI) menunjukkan bahwa mayoritas investor meminta agar tim ekonomi kabinet Pemerintahan Joko Widodo- Ma'ruf Amin memprioritaskan penyelesaian masalah penggangguran.

Dari 272 investor institusi sebanyak 83 persen investor menganggap pengangguran merupakan masalah yang sangat mendesak (prioritas), 15 persen menjawab netral, sedangkan sisanya menganggap pengangguran tidak prioritas.

Panel Ahli Katadata Insight Center, Damhuri Nasution, mengatakan dalam 4 tahun terakhir tingkat pengangguran turun signifikan dari 6,18 persen (Agustus 2015) menjadi 5,26 persen (Agustus 2018).

Namun jika ditambahkan dengan dengan persentase penduduk yang setengah menganggur sebanyak 6,62 persen maka persentase yang menganggur dan setengah menganggur akan menjadi cukup besar yaitu hampir 12 persen.

"Responden menilai masalah pengangguran merupakan hal yang paling perlu diprioritaskan untuk segera ditangani. Ada sebagian masyarakat yang terpaksa bekerja di sektor informal karena keterbatasan lapangan kerja di sektor formal. Itulah sebabnya banyak masyarakat merasa mencari pekerjaan masih sulit," ujar Damhuri di Jakarta Jumat (25/10/2019).

Selain masalah pengangguran, investor menilai masalah defisit transaksi berjalan dan pertumbuhan ekonomi yang relatif rendah juga menjadi PR yang harus diselesaikan oleh tim ekonomi mendatang. Sebanyak 79 persen responden menilai defisit transaksi berjalan ini merupakan masalah prioritas bagi tim ekonomi.

Data dari Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan neraca dagang Indonesia pada September defisit sebesar USD160 juta. Sementara itu sepanjang tahun berjalan (Januari-September) defisit perdagangan tercatat mencapai USD1,95 miliar. "Defisit ini, tentu akan sangat mempengaruhi pertumbuhan ekonomi," ujar Damhuri Nasution.

Rata-rata investor menyadari bahwa tantangan ekonomi global semakin berat seiring dengan perang dagang antara Amerika Serikat dan Tiongkok yang berkepanjangan. Tingkat kepercayaan investor atas situasi ekonomi global yang melorot ke angka di bawah 100. Dalam pengukuran KICI, angka ini menunjukkan, lebih banyak investor merasa pesimistis ketimbang optimistis terhadap situasi perang dagang.

Dijelaskan bahwa pendapat investor mengenai isu prioritas tim ekonomi kabinet dijaring lewat survei Katadata Investor Confindence Index (KICI) yang dilakukan pada 12-26 September 2019. Responden survei ini adalah 272 investor institusi dari Manajemen Investasi, Dana Pensiun dan Asuransi. Total dana kelola responden survei ini mencapai lebih Rp700 triliun. Survei ini dilakukan setiap tiga bulan sekali.

 

Reporter : PD Djuarno
Editor : Widita Fembrian