• News

  • Peristiwa

Menkes: Permainan Tradisional Nusantara Berperan Bagi Kesehatan Anak

Menteri Kesehatan (Menkes) Terawan Agus Putranto
Dokumen NNC/Martina Rosa Dwi Lestari
Menteri Kesehatan (Menkes) Terawan Agus Putranto

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Bermain saat anak-anak memiliki peran dalam mencegah terjadinya stunting. Melalui aktivitas bermain, anak-anak memiliki hati yang sehat, fisik bugar, dan raga yang terolah dengan baik.

Demikian disampaikan Menteri Kesehatan (Menkes) Terawan Agus Putranto dalam acara yang bertema 'Gerakan Indonesia Bermain' yang diselenggarakan di di GOR  Sumantri Brodjonegoro, Minggu (3/11/2019). Dalam acara tersebut diselenggarakan acara bermain bersama permainan tradisional nusantara, beberapa diantaranya lompat tali, layang-layang, dan kelereng.

Acara tersebut terselenggara melalui kerjasama HOPE Worldwide Indonesia dengan Generali, PTINDO, PTI, dan PTBI. Acara dihadiri oleh 1.500 orang, diantaranya terdiri dari anak-anak yang duduk dibangku sekolah kelas 1 SD hingga XII SMA. 

“Palinng tidak ini (bermain) juga mencegah terjadinya stunting. Bermain hati sehat, fisik bugar dan juga raga menjadi terolah dengan baik,” kata Menkes Terawan.

Lebih lanjut Terawan sampaikan bahwa melalui kehadirannya dalam acara tersebut, ingin membangkitkan kembali anak-anak untuk mau bermain, terutama permainan tradisional nusantara. Selain itu dirinya juga menyadarkan bahwa di tengah-tengah waktu bermain untuk menyempatkan waktu makan dengan konsumsi makanan bergizi dan minum yang cukup.

“Kalau lapar ya segera makan. Isi perut dan harus cukup minum,” ujar Menkes.

Diakui Menkes, sewaktu kecil dirinya juga gemar bermain. Menurutnya melalui bermain, bisa mencurahkan waktu masa kecil dengan baik, bergaul dengan baik, tanpa beban dan bersaingan, justru saling membantu dan tolong menolong. Melalui kebiasaan baik tersebut, tercipta kebahagiaan bersama.

“Bermain sangat penting dan jadi bagian pembelajaran. Teknik belajar juga bisa disampaikan melalui permainan,” kata Terawan

Reporter : Martina Rosa Dwi Lestari
Editor : Nazaruli