• News

  • Peristiwa

Lakukan Penelitian Kebiasaan Bermain pada Anak, Ini Tujuan HOPE Worldwide Indonesia

Penelitian mengenai permainan akan yang dilakukan oleh HOPE Worldwide Indonesia.
Netralnews/Martina Rosa
Penelitian mengenai permainan akan yang dilakukan oleh HOPE Worldwide Indonesia.

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Country Director of HOPE Worldwide Indonesia Lily Salim mengatakan, pihaknya sedang melakukan penelitian kebiasaan bermain pada anak, baik permainan digital maupun yang bermain permainan tradisional nusantara. Diakui Lily, penelitian ini juga telah disetujui oleh Menteri Kesehatan (Menkes) Terawan Agus Putranto.

Pernyataan tersebut disampaikan Lily dalam acara yang bertema Gerakan Indonesia Bermain (GIB) di GOR  Sumantri Brodjonegoro, Minggu (3/11/2019). 

Acara GIB terselenggara melalui kerjasama HOPE Worldwide Indonesia dengan Generali, PTINDO, PTI, dan PTBI. Acara dihadiri oleh 1.500 orang, diantaranya terdiri dari anak-anak yang duduk dibangku sekolah kelas 1 SD hingga XII SMA. 

"Tujuan (penelitian) akan ukur orang tua melihat kondisi anak sebelum mereka mengikuti GIB. Permainan lantas akan dilakukan setiap minggu dan dalam setahun akan dilihat perbedaannya, sehingga orang tua bisa tahu perilaku anak," kata Lily pada Netralnews.

Sementara dari anak-anak akan dilakukan penelitian yang bekerjasama dengan universitas di Indonesia, baik profesor dan juga dosen. Dikatakan ada tiga aspek yang diteliti, meliputi tingkah laku, kognitif, dan ketahanan. 

"Diukur juga mereka dengan bermain gadget. Dari sana kita lihat, harusnya permainan digital tidak jelek, seharusnya baik untuk anak belajar strategi, tapi harus diimbangi permainan fisik, yakni berbagai permainan tradisional," jelas dia.

Lebih lanjut Lily sampaikan harapan dari hasil penelitian akan diberikan pada orang tua dan pemerintah pengaruh permainan digital dan tradisional, serta batasan apa saja yang harus dilakukan dalam bermain. 

"Hari ini (Minggu, 3/11/2019), launching penelitian dan anak akan main setiap minggunya serta diberi kuisioner. Ada yang untuk penelitian jangka pendek dan jangka panjang," kata dia.

Dikatakan Lily responden penelitian adalah anak asuh dari HOPE Worldwide seluruh Indonesia yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia, khususnya di 10 kota, jenjang 1 SD hingga 3 SMA. 

Beberapa kota diantaranya Medan, Surabaya, Bali, Semarang, Nias, Batam dan Kalimantan. Khusus di Semarang, penelitian juga dilakukan pada anak difabel.

"Kami juga sarankan orang tua memiliki waktu untuk anak. Selain itu waktu bermain untuk anak," harap dia.

 

Reporter : Martina Rosa Dwi Lestari
Editor : Widita Fembrian