• News

  • Peristiwa

Duh, Terjadi Serangkaian Aksi Kekerasan dan Pembunuhan di Papua, Ini Tindakan Aparat

Kapolres Mimika AKBP I Gusti Gede Era Adhinata
foto: antara
Kapolres Mimika AKBP I Gusti Gede Era Adhinata

TIMIKA, NETRALNEWS.COM - Kepolisian Resor Mimika, Papua mengancam akan memproses hukum warga warga yang kedapatan membawa alat-alat tajam dengan Undang-Undang Darurat Nomor 12 Tahun 1951.

Kapolres Mimika AKBP I Gusti Gede Era Adhinata di Timika, Kamis (9/4/2020) mengatakan imbauan tersebut dikeluarkan menyusul terjadinya serangkaian aksi kekerasan dan pembunuhan di Timika dalam beberapa hari terakhir.

"Kami dari Kepolisian Resor Mimika mengimbau masyarakat untuk tidak membawa alat tajam berupa pisau, parang, badik, tombak, tulang kasuari dan alat tajam lainnya di jalan raya maupun di tempat-tempat umum. Apabila saat operasi kepolisian menemukan atau mendapatkan masyarakat yang membawa, menguasai, menyimpan dan menggunakan alat tajam maka kami akan melakukan penyitaan dan memproses pelaku sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku," kata AKBP Era Adhinata.

Kapolres mengatakan di tengah situasi darurat akibat penyebaran wabah COVID-19, situasi Kota Timika saat ini cukup sepi baik di pusat perbelanjaan yaitu pasar rakyat, pertokoan, pasar swalayan, tempat-tempat umum maupun di jalan raya.

Apalagi Pemkab Mimika telah menerbitkan Instruksi Bupati Nomor 1 Tahun 2020 tentang Pembatasan sosial dan aktivitas warga maupun tempat-tempat usaha dan hanya diizinkan beroperasi mulai pukul 06.00 hingga pukul 14.00 WIT.

Instruksi Bupati Mimika itu telah diberlakukan sejak 26 Maret dan diperpanjang hingga 23 April.

Kapolres menyayangkan masih ada oknum warga Mimika yang justru tidak memperdulikan imbauan dan pembatasan sosial yang diberlakukan oleh Pemkab setempat.

"Malah beberapa hari belakangan terjadi dua kasus penikaman di wilayah hukum Polres Mimika yang mengakibatkan korban meninggal dunia. Akibat tindakan tidak terpuji dari oknum-oknum pelaku tersebut membuat masyarakat merasa takut untuk beraktivitas di luar rumah ataupun bepergian ke tempat lain untuk kepentingan keluarga.

Dua kasus pembunuhan yang terjadi di Kota Timika yaitu kasus pembunuhan terhadap Kilas Murib (23) yang terjadi di Jalan Yos Sudarso Timika, tepatnya di depan Gang Masbait, Kampung Nawaripi, Distrik Wania pada Sabtu (4/4) malam.

Salah satu pelaku yang berinisial PK telah ditangkap polisi setempat pada Selasa (7/4) setelah sebelumnya berkoordinasi dengan pihak keluarga dan juga pihak terkait lainnya.

Berselang satu hari kemudian, terjadi lagi pembunuhan terhadap warga Jalan Gang Pisang kompleks Irigasi.

Korban bernama H Hairil (60), meninggal dunia setelah dipanah oleh lima orang tak dikenal (OTK).

Saat itu korban bersama putrinya, Hariyati Hairil (36) sedang berteduh di pondok usai mencari kayu bakar di kebun milik mereka.

"Korban dan anaknya sedang makan di pondok, tiba-tiba datang lima orang tak dikenal bersenjatakan panah langsung menyerang korban dan anaknya. Korban seketika meninggal dunia di lokasi kejadian, sementara anak korban berusaha menyelamatkan diri dengan lari menuju jalan raya untuk mencari pertolongan. Anak korban juga terkena anak panah, namun kondisinya selamat," kata Iptu Andi Suhidin selaku KBO Satuan Reskrim Polres Mimika dilansir Antara.

Hingga kini pelaku pembunuhan terhadap H Hairil belum terungkap.

Editor : Taat Ujianto