• News

  • Peristiwa

Polisi Tembak Mati Dua Petani di Poso, Fadli Zon: Murah Sekali Nyawa di Indonesia

Fadli Zon, Politisi Partai Gerindra dan Anggota DPR.
Fadli Zon, Politisi Partai Gerindra dan Anggota DPR.

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Politsi partai Gerindra Fadli Zon mengkritik tindakan polisi lewat Satgas Tinombala yang menembak mati dua petani. Menurut dia, di saat pancasila dijadikan dasar negara malah di Poso dua petani ditembak mati.

Hal itu diungkapkan Fadli lewat akun resmi twitternya @fadlizon seperti dilansir Jakarta, Selasa (7/6/2020).

"Murah sekali nyawa di Republik Indonesia, petani kok ditembak. Petani adalah tulang punggung ketahanan pangan, tanpa petani rakyat makan apa? Ironis, gembar gembor Pancasila, petani ditembak mati," cuitnya.

Seperti diketahui, murah sekali nyawa di Republik Indonesia, petani kok ditembak.

Petani adalah tulang punggung ketahanan pangan, tanpa petani rakyat makan apa? Ironis, gembar gembor Pancasila, petani ditembak mati.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Polri Brigjen Pol Awi Setiyono mengatakan bahwa tim Satgas Tinombala telah melaksanakan prosedur yang semestinya terkait kasus dugaan salah tembak terhadap dua petani di Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah, beberapa waktu lalu.

Informasi tersebut diperoleh setelah Mabes Polri, dalam hal ini Danpas Pelopor dan Karo Provost Divpropam Polri terbang ke Poso pada 8 - 13 Juni 2020 untuk melakukan investigasi terhadap 12 anggota tim Satgas Tinombala yang bertugas saat itu. Lokasi penembakan yakni KM 09 Desa Kawende, Kecamatan Poso Pesisir Utara, Kabupaten Poso merupakan zona merah dimana kerap terjadi kontak senjata antara satgas dengan kelompok teroris.

"Sehingga demi menjaga keamanan dan keselamatan warga di wilayah tersebut, dibentuk Pos Sekat sebagai kontrol yakni bagi setiap warga yang hendak keluar atau masuk wilayah KM 09 harus lapor petugas terlebih dulu," tutur Awi di Jakarta, Senin (6/7/2020) seperti dilaporkan Antara.

 

Reporter : PD Djuarno
Editor : Irawan.H.P