• News

  • Peristiwa

Jokowi Mau Tarik Aset Tindak Pidana di Swiss,Said Didu: Selalu Dimunculkan saat Krisis,PHP

Jokowi mau tarik aset tindak pidana di Swiss.
Credit Swiss
Jokowi mau tarik aset tindak pidana di Swiss.

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Mantan Seketaris Kementerian BUMN Said Didu mengungkapkan kalau adanya aset tindak pidana di luar negeri khususnya Swiss merupakan wacana usang.

Sebab, menurut dia isu tersebut selalu dipakai jika negara sedang alami krisis.

Hal itu diungkapkan Said Didu lewat akun resmi twitternya @msaid_didu seperti dilansir di Jakarta, Selasa (14/6/2020).

Dia pun ikut mencuitkan berita media daring berjudul: Pemerintah akan lacak aset hasil tindak pidana yang disimpan di Swiss

"Isu ini selalu dimunculkan saat krisis.Isu PHP," cuitnya.

Seperti diketahui, Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly menyebut pemerintah akan melakukan prosedur pengumpulan data dan pelacakan aset hasil tindak pidana yang disimpan di Swiss.

Hal tersebut disampaikan Menkumham usai DPR menyetujui Rancangan Undang-Undang (UU) Pengesahan Perjanjian Bantuan Hukum Timbal Balik dalam Masalah Pidana Antara Republik Indonesia dan Konfederasi Swiss untuk menjadi UU dalam sidang paripurna di Gedung DPR, Jakarta, Selasa.

"Langkah selanjutnya tentu kami akan membentuk tim dan duduk bersama-sama dengan Bareskrim, Kejaksaan, KPK, serta Kementerian Luar Negeri untuk melakukan pelacakan aset," kata Yasonna dalam keterangan tertulis di Jakarta.

Reporter : PD Djuarno
Editor : Sulha Handayani