• News

  • Peristiwa

TZ: Saat Kampanye Dijanjikan PKH, Eh Sudah Menjabat Kenyataan yang Diterima Rakyat PHK

Wakil Sekretaris Jenderal Majelis Ulama Indonesia (MUI) Tengku Zulkarnain
Istimewa
Wakil Sekretaris Jenderal Majelis Ulama Indonesia (MUI) Tengku Zulkarnain

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Wakil Sekretaris Jendral (Wasekjen) MUI Tengku Zulkarnain menanggapi banyak kasus pemutusan hubungan kerja (PHK).

Menurutnya, hal tersebut berbanding terbalik saat masa kampanye lalu, dimana adanya janji Program Keluarga Harapan (PKH). Namun yang diterima rakyat saat ini adalah PHK.

"Kita ingat betul saat kampanye dijanjikan PKH, Program Keluarga Harapan. Eh..sudah menjabat kenyataan yg diterima rakyat adalah PHK, Pemutusan Hubungan Kerja..Nasib nasib ya nasib," kata Ustad Zul dalam akun twiternya, @ustadtengkuzul.

Menteri Tenaga Kerja (Menaker) Ida Fauziyah mengungkapkan baru  2,1 juta tenaga kerja yang terdampak akibat Covid-19. Sebagian besar merupakan pekerja yang dirumahkan, yakni mencapai 1.132.117 pekerja. Data tersebut dihimpun sejak awal Maret sampai 31 Juli 2020.

"Sementara 383.645 pekerja formal yang ter-PHK (pemutusan hubungan kerja), dan 630.905 pekerja informal terdampak kehilangan pekerjaan," sebut Ida dalam diskusi Virtual Kemnaker, Rabu (5/8/2020).

Jumlah yang dirilis pemerintah hanya kurang dari separuh dari angka yang dirilis dunia usaha. Kadin Indonesia memperkirakan jumlah PHK dan dirumahkan mencapai 6 juta lebih pekerja.

Bukan hanya untuk tenaga kerja di dalam negeri, namun tenaga kerja yang diproyeksikan untuk bekerja di luar negeri pun ikut terdampak. Mereka umumnya disebut tenaga kerja Indonesia (TKI). Tidak ketinggalan, peserta yang berstatus magang pun ikut dipulangkan, jumlahnya mencapai 465 orang.

"Terdapat 34.179 calon pekerja migran Indonesia yang gagal berangkat ke negara tujuan," sebut Ida.

Namun, pekerja migran yang sempat gagal berangkat kini sudah mulai mendapat angin segar. Mereka kembali bisa bekerja di luar negeri setelah turun Keputusan Menaker RI Nomor 294 tahun 2000 tentang Pelaksanaan Penempatan Pekerja Migran Indonesia pada Masa Adaptasi Kebiasaan Baru.

Reporter : Wahyu Praditya Purnomo
Editor : Nazaruli