• News

  • Peristiwa

Optimisme Bangkitnya UMKM Indonesia di Tengah Pandemi

Webinar bertemakan 'Bangkitlah UMKM-Ku' yang diselenggarakan oleh Perhimpunan Tionghoa Indonesia (INTI), Komunitas Banteng Muda dan Pemerintah Kabupaten Pati.
Netralnews/Adiel Manafe
Webinar bertemakan 'Bangkitlah UMKM-Ku' yang diselenggarakan oleh Perhimpunan Tionghoa Indonesia (INTI), Komunitas Banteng Muda dan Pemerintah Kabupaten Pati.

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) merupakan salah satu sektor yang paling terdampak akibat pandemi Covid-19. Padahal sektor tersebut merupakan yang paling banyak menyerap tenaga kerja sekitar 97 persen dan kontribusinya terhadap produk domestik bruto (PDB) nasional sekitar 60 persen. 

Pemerintah pusat selain menjalankan penanganan krisis kesehatan juga Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) sebagai respons atas penurunan aktivitas masyarakat yang berdampak Ekonomi, khususnya sektor atau UMKM.

Staf Khusus Menteri Koperasi dan UKM, M. Riza Damanik, PhD yang mewakili Menteri Koperasi dan UKM, menjelaskan dukungan bagi UMKM dalam program PEN telah dikucurkan berupa stimulus subsidi bunga, insentif pajak dan penjaminan unutk kredit modal kerja. 

Riza menambahkan, di saat kondisi perekonomian Kementerian Koperasi terus mencari inovasi-inovasi agar UMKM kita di tengah pandemi mendapatkan terobosan-terobosan atau program yang tepat termasuk Banpres Produktif UMKM yang besarnya Rp.2,4 juta diberikan usaha mikro yang tidak sedang terikat kredit perbankan, yang akan diluncurkan oleh Presiden bulan Agustus 2020 ini. 

Hal itu diungkapkan Riza dalam Webinar bertemakan "Bangkitlah UMKM-Ku" yang diselenggarakan oleh Perhimpunan Tionghoa Indonesia (INTI), Komunitas Banteng Muda dan Pemerintah Daerah Kabupaten Pati pada hari Jumat 14 Agustus 2020.

Dalam pembukaan Webinar, Ketua Pelaksana Webinar, Rizki Agustandi menyebutkan optimalisasi peran dari Pemerintah Pusat dan juga pemerintah daerah diharapkan dapat merangkul erat sektor UMKM dan akan menjadi nafas baru dalam semangat untuk membangkitkan kembali UMKM yang terdampak pandemi. 

Webinar yang dipandu oleh Yulian Hadromi selain menghadirkan para narasumber dari Kementerian Koperasi dan UKM, juga hadir Wakil Bupati Pati, Bank BRI, Batumbu dan Bukalapak.

Pada kesempatan itu, Vice President Bank BRI, Dani Wildan mengungkapkan, pandemi Covid 19 ini juga berdampak terhadap nasabah-nasabah Bank BRI. Sejak bulan April 2020 kegiatan ekspansi kredit Bank BRI turun ke level 20% sisanya adalah penyelamatan kredit bahkan bulan 

Mei turun lebih dalam lagi, untuk ekspansi kredit hanya tinggal 17,2 %.

"Tetapi sejak bulan Juni optimisme kembali muncul karena ekpansi kredit di BRI mulai menggeliat dan kembali menjadi dominan naik kelevel 66% dan sisanya penyelamatan kredit menjadi 33,7%," demikian diungkapkan Dani Wildan. 

Sementara Wakil Bupati Pati, Saiful Arifin memberikan pesan kepada pelaku UMKM jadilah wirasusaha meski dimulai dari kecil, modal utama keberhasilan suatu usaha bukanlah banyaknya modal/uang melainkan kedisiplinan, kepercayaan, komitmen dan semangat dalam menjalankannya.

Jenny Wiriyanto, CEO Batumbu mengatakan, dalam situasi saat ini sangat dibutuhkan bagi seluruh elemen masyarakat untuk bergandengan tangan membantu para pelaku UMKM dengan bangga menggunakan produk indonesia. 

"Di lain pihak para pelaku UMKM perlu memiliki mindset innovative dan collaborative dengan memanfaatkan technology untuk mengolah data menjadi informasi yang strategis. Tentunya juga dengan tetap gigih karena dibalik setiap tantangan terbuka kesempatan besar," ujar Jenny. 

Perubahan tren belanja masyarakat pun berubah dari offline ke online. Masyarakat yang terdampak oleh pandemi ini menjadi adaptif dan mulai memanfaatkan teknologi dalam memperluas jangkauan bisnisnya. 

Terkait hal itu, Jodi Salahudin, Public Policy & Government Relationshi Manager Bukalapak menjelaskan bahwa Bukalapak telah menyiapkan kegiatan edukasi yang salah satunya melalui sesi webinar kewirausahaan sebagi bekal untuk menjadi wirausaha yang handal.

Ketua Umum INTI, Teddy Sugianto dalam statemen penutup menegaskan kembali dukungan INTI terhadap kegiatan-kegiatan yang positip khususnya yang diinisiasi oleh anak-anak muda Indonesia dan juga mengharapkan seminar terkait UMKM dapat sering diadakan. 

Reporter : Adiel Manafe
Editor : Sesmawati