• News

  • Peristiwa

Dua Bom Meledak di Kota Jolo, 9 Orang Tewas Termasuk Empat Tentara Filipina

Ilustrasi bom.
Ilustrasi bom.

ZAMBOANGA CITY, NETRALNEWS.COM - Jolo, ibu kota Sulu di Filipina Selatan diguncang ledakan bom, dua kali dalam waktu yang berdekatan. Demikian dilaporkan kantor berita resmi Filipina. 

Korban tewas capai sembilan orang, termasuk empat tentara yang merupakan pasukan yang bertugas mengejar penjahat Kelompok Abu Sayyaf (ASG).

Laporan militer dan polisi mengatakan semua kematian itu terkait dengan ledakan pertama, yang terjadi di depan sebuah restoran sekitar pukul 11:53 Senin pagi di Jalan Serrantes, Barangay Walled City, Jolo, Sulu.

Investigasi polisi menunjukkan bahwa ledakan itu terjadi beberapa saat kemudian ketika seorang tak dikenal memarkir sepeda motor bermuatan bom di samping truk M35 dari Divisi Infanteri ke-11 Angkatan Darat.

Lokasi ledakan adalah tempat biasa di mana pasukan memarkir kendaraan mereka setiap kali melakukan tugasnya.

Segera setelah kejadian (pertama), para personel Jolo MPS (Kantor Polisi Kota) menutup lokasi kejadian dan mengevakuasi korban ledakan.

Ledakan kedua terjadi sekitar pukul 13.06. hanya 100 meter dari lokasi ledakan pertama.

Sonny Abing, petugas informasi provinsi Sulu, mengatakan mereka yang terkena ledakan bom kedua adalah tentara dan polisi yang menanggapi.

Abing tidak bisa langsung mengatakan berapa banyak korban yang terluka dalam ledakan kedua.

Mayor Jenderal Corleto Vinluan Jr., kepala Komando Mindanao Barat, mengatakan ledakan itu melukai 17 orang tetapi tidak menyebutkan berapa banyak tentara dan polisi.

Vinluan mengatakan mereka belum memiliki rincian tentang cedera atau korban sipil.

Dalam pernyataan menyusul ledakan, Satgas Gabungan Sulu meyakinkan publik bahwa "kami akan terus mempertahankan upaya keamanan untuk perdamaian dan stabilitas di provinsi tersebut".

“Bersama dengan PNP (Kepolisian Nasional Filipina) dan Unit Pemerintah Daerah, kami akan mencari para pelaku peristiwa pengeboman dan mengadili mereka,” kata satgas tersebut, seperti dilansir di pna.gov.ch.

Editor : Irawan.H.P