• News

  • Peristiwa

Wow, Dua Pelempar Bom di Markas PDIP Terbukti Anggota FPI? MLT: Pantesan..

Aksi teror bom molotov di kantor PDIP beberapa waktu lalu menjadi sorotan publik
Jpnn.com
Aksi teror bom molotov di kantor PDIP beberapa waktu lalu menjadi sorotan publik

BOGOR, NETRALNEWS.COM - Tujuh orang ditangkap terkait dugaan pelemparan bom molotov di markas PDIP di Kabupaten Bogor. Dua orang di antaranya merupakan anggota FPI.

Berita tersebut sontak menjadi sorotan warganet. AKun FB @Mak Lambe Turah, Senin (24/8/2020), di tengah banyak komentar lain dari warganet hanya menanggapi pendek, katanya: "Pentesan......"

Sebelumnya diungkap pengacara Pushami, Aziz Yanuar: "Ya (dua orang anggota FPI)," kata pengacara Pushami, Aziz Yanuar, saat dihubungi Detik.com, Senin (24/8/2020).

Dua anggota FPI yang ditangkap polisi ialah AS dan A. Mereka anggota FPI Bogor. Aziz yang juga pengacara FPI menyebut penangkapan mereka tanpa surat penangkapan. Selain itu, ada surat penangkapan yang hanya diberikan kepada RT.

Pada Minggu (23/8) kemarin, Aziz bersama pihak keluarga mendatangi Polres Bogor. Namun dia mengaku tidak diperbolehkan masuk tanpa alasan yang jelas.

"Hingga saat ini tidak dapat ditemui oleh keluarga maupun kuasa hukumnya," ujar Aziz.

Aziz menegaskan setiap warga negara berhak mendapatkan perlindungan hukum. Dia menyatakan semua orang berkedudukan sama di mata hukum.

"Polisi wajib melindungi dan mengayomi masyarakat sesuai tupoksinya berdasarkan amanat UU, masyarakatlah yang bayar baji mereka tapi malah mereka berlaku kejam terhadap rakyat," ujar Aziz.

"Sesuai Perkap Nomor 8 Tahun 2009 Pasal 27 (1),Pasal 18 (4) UU Nomor 39 Tahun 1999 tentang HAM, Pasal 14 (3) UU Nomor 12 Tahun 2005 tentang Ratifikasi Konvensi Internasional Hak Sipil dan Politik dan Pasal 114 jo Pasal 56 (1) KUHAP: tersangka maupun saksi dalam proses pemeriksaan wajib didampingi oleh penasihat hukum/pengacara," tutur Aziz.

Informasi mengenai penangkapan pelaku teror bom di markas PDIP ini dibenarkan oleh Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Jabar Kombes CH Patoppoi via pesan singkat, Senin (24/8).

"Sudah (ditangkap). Ada tujuh tersangka," ucap Kombes CH Patoppoi via pesan singkat.

Dia mengatakan ketujuh pelaku tersebut melakukan aksi pelemparan bom molotov di markas PAC PDIP Cileungsi. Sementara ada tidaknya kaitan tujuh orang dengan pelemparan di PAC Megamendung, polisi masih melakukan pendalaman.

"Yang di Cileungsi. (Megamendung) masih pendalaman," kata dia.

Editor : Taat Ujianto