• News

  • Peristiwa

Eep Luruskan Bersepeda di Tol, AA: Anies Baru Sadar Bikin Kebijakan yang Terkesan Dungu

Ade Armando
Facebook/Ade Armando
Ade Armando

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Eep Saefulloh Fatah membuat catatan menarik yang mendapat sorotan warganet di sosial media. Menurutnya, dengan bersepeda di tol, Anies Baswedan tetap merawat akal sehat.

Tarhadap pendapat tersebut, pegiat media sosial Ade Armando (AA), Minggu (30/8/2020) membuat tanggapan di akun Facebooknya, katanya:

Hehehehe Eep Saefullah membela Anies Baswedan.
Dia bilang anggapan umum bahwa saat sepeda masuk ke jalan tol Cawang - Tj Priuk, sepeda akan berjalan bareng kendaraan bermotor, itu salah.

Dia bilang, saat sepeda boleh masuk jalan tol, semua kendaraan bermotor dilarang masuk jalan tol.
Eep kemudian memuji-muji Anies yang disebut sebagai kawan yang tetap merawat akal sehat.
Wahahahahaha...

Namapaknya  Anies baru sadar bahwa dia bikin kesalahan fatal dengan kebijakan yang terkesan dungu ini ...  
Karena itulah kawannya, Eep, turun tangan mengoreksinya ...

Sebelumnya dilansir Swamedium.com, Eep Saefulloh membuat catatan sebagai berikut:

Respon terbaik yang bisa saya berikan untuk tulisan Eko Kuntadhi (“Pembunuhan Berencana Para Goweser”) adalah mengkonfirmasikan langsung ke Gubernur:

Bernarkah Gubernur menulis surat ke Menteri PUPR meminta izin sebagian ruas jalan tol digunakan pesepeda seperti yang Eko tulis?

Benarkah Gubenur begitu mudah kehilangan akal sehatnya dengan membiarkan para pesepeda menjadi korban kendaraan-kendaraan roda empat berkecepatan tinggi di dalam jalan tol, di dekat mereka?

Inilah jawaban yang saya terima, saya rumuskan ulang:

– Benar Gubernur Jakarta berkirim surat tapi dengan isi yang sama sekali berbeda dengan yang diimajinasikan Eko.

– Jalan toll yang diminta dijadikan tempat berkegiatan bersepeda adalah jalan layang toll di atas Jalan DI Panjaitan – Ahmad Yani (dulu disebut sebagai by-pass).

– Waktunya adalah setiap hari Minggu pukul 06-09 pagi. Dan selama tiga jam itu, jalan layang toll itu ditutup total untuk kendaraan roda empat. Jadi, tak terjadi percampuran antara kendaaraan berkecepatan tinggi dengan para pesepeda.

– Jalan layang toll itu dibuat untuk mengatasi kemacetan jalan DI Panjaitan – Ahmad Yani. Berbasis riset, hari Minggu pagi (jam 06-09) tak ada kemacetan di ruas jalan di bawah jalan layang toll itu.

– Gubernur ingin memberikan kesempatan kepada anak Jakarta, warga Jakarta bersepeda di atas, menyaksikan kotanya dari ketinggian di bawah terang sinar matahari yang baru terbit dari arah timur.

– Semua proses ke arah itu dijalani dengan proses governance yang terjaga, yang benar. Sejumlah pihak yang terkait pun sudah menyatakan persetujuan bahkan dukungan mereka.

Alhamdulillah, kawan saya Anies Baswedan ternyata tetap merawat akal sehatnya.

Sebagai kawan, kewajiban moral saya bukan mendukung apapun langkahnya sebagai pejabat publik. Kewajiban terpokok saya justru menentang dan mencoba meluruskannya. Alhamdulillah ternyata tak ada yang harus saya tentang dan luruskan dalam kasus “bersepeda di jalan toll” ini.

Editor : Taat Ujianto