• News

  • Peristiwa

Tak Fasih Baca Al Quran, Pejabat Ini Terancam Dicopot, DS: Mau Nyari Pejabat atau Ustadz?

Pegiat Media Sosial, Denny Siregar
Istimewa
Pegiat Media Sosial, Denny Siregar

Berita Terkait

JAKARTA, NETRALNEWS.COM – Pegiat media sosial Denny Siregar mengkritik kebijakan yang diterapkan oleh Pemerintah Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan. Disana, ada 76 orang Aparatur Sipil Negara (ASN) yang terancam dicopot karena tidak fasih baca Al Quran.

Menurut Denny, tidak ada hubungannya kemampuan mengelola daerah dengan fasih baca Al Quran sehingga ia ikut memanggil akun @kemendagri agar mengoreksi kebijakan ini.

“Halo @kemendagri

 memang ada hubungannya antara fasih baca Alquran dgn kemampuan mengelola daerah ya ?

Ini mau nyari pejabat atau nyari ustad ??” tulis Denny di akun Twitternya, Selasa (1/9/2020).

Sebelumnya diberitakan bahwa 76 orang aparatur sipil negara (ASN) lingkup Pemerintah Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, mengikuti tes kompetensi membaca Al Quran di Baruga Tinggimae Rumah Jabatan Bupati Gowa pada Minggu (30/8/2020).

Tes ini merupakan bagian dari rangkaian seleksi untuk peserta yang ikut lelang jabatan. "Ini bagian dari seleksi kompetensi yang mendapatkan izin dari Kementerian Dalam Negeri untuk pelantikan. Tes mengaji ini untuk prasyarat untuk mendukung jabatan di Kabupaten Gowa," kata Muh Basir, Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kabupaten Gowa.

Sementara itu, Bupati Gowa Adnan Purichta Ichsan Yasin Limpo dalam sambutannya mengatakan bahwa seleksi ini dilakukan untuk mengisi jabatan eselon II, III, dan IV yang kosong. Menurut dia, seleksi sudah mendapat izin dari Kementerian Dalam Negeri.

Kebijakan fasih membaca Al Quran bagi ASN yang akan menduduki jabatan ini, kata Bupati Adnan, merupakan gelombang pertama dan merupakan daerah pertama yang melakukannya di Sulawesi Selatan.

"Kemarin 76 ASN ini sudah dites mengaji dan terdapat 14 yang belum fasih. Namun, karena nama-nama tersebut sudah keluar dari Kemendagri maka 14 orang tersebut kami beri waktu enam bulan untuk belajar. Jika dalam waktu enam bulan belum fasih maka mereka bersedia dicopot berdasarkan surat pernyataan yang telah ditandatangani di atas meterai oleh 14 orang itu," beber Adnan, Selasa (1/9/2020).

Reporter : Dimas Elfarisi
Editor : Nazaruli