• News

  • Peristiwa

Warga Timor Leste Ingin Kembali ke Indonesia, DS : Kalian sih Percaya Gombalan Australia

 Warga Timor Leste ingin kembali bergabung dengan Indonesia.
Kupang pos
Warga Timor Leste ingin kembali bergabung dengan Indonesia.

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Pegiat media sosial (medsos) Denny Siregar mengomentari penyesalan warga Timor Leste pisah dari Indonesia. Bahkan tak sedikit kabarnya masyarakat disana berharap bergabung dengan Indonesia.

Denny menyindir pemerintah Timor Leste yang percaya dengan gombalan Australia. Ibarat pepatah, Denny menyebut "habis manis sepah dibuang".

"Menjadi salah satu negara termiskin di dunia, Timor Leste nyesal pisah dari Indonesia. Kalian sih percaya gombalan Australi. Makan tuh, mereka habis manis sepah dibuang," kata Denny dalam akun Twitternya @Dennysiregar7.

Masih jelas dalam ingatan katika warga Timor Leste ngotot ingin pisah dari Indonesia. Bahkan Timor Leste menilai Indonesia sebagai negara penjajah.

Melalui refrendum yang dimotori Australi dan Portugal, tepat tanggal 30 Agustus 1999 Timor Leste resmi berpisah dari Indonesia.

Kini 21 tahun sudah Timor Leste berdiri sendiri sebagai negara merdeka. Namun bukannya makmur, Timor Leste malah terpuruk menjadi negara termiskin di dunia.

Meski telah menjadi provinsi ke-27 kala itu, gejolak yang terjadi selama 25 tahun di kawasan tersebut membuat mereka ingin menjadi negara merdeka.

Meski telah mejadi negara merdeka dan terlepas dari Indonesia, Timor Leste baru mendapatkan pengakuan dunia 3 tahun kemudian.

Atau tepatnya pada tahun 2002, selepas referendum diadakan di wilayah yang dulunya bernama Timor Timur tersebut.

Ternyata meski telah menjadi sebuah negara sendiri selama 21 tahun, fakta menarik terungkap akhir-akhir ini.

Banyak isu mengenai warga negara Timor Leste memilih untuk bergabung dengan Indonesia kembali bila diberi kesempatan kedua.

Hal tersebut pun menggemparkan banyak pihak lantaran getolnya warga Timor Leste pada akhir abad ke 20 lalu yang menginginkan kemerdekaan sebagai sebuah negara.

Reporter : Wahyu Praditya Purnomo
Editor : Sulha Handayani