• News

  • Peristiwa

Heboh Buku Felix Siauw, MLT: Yang Terkubur Diibangkit-bangkitkan, Jelas Depan Mata...

Ketua PWNU Babel KH Jaafar Siddiq menunjukkan buku Muhammad Al Fatih 1453 karangan Felix Siauw aktivis HTI
Foto: iNews.id
Ketua PWNU Babel KH Jaafar Siddiq menunjukkan buku Muhammad Al Fatih 1453 karangan Felix Siauw aktivis HTI

BABEL, NETRALNEWS.COM - Polemik siswa diwajibkan membaca buku karya Felix Siauw di Bangka Belitung ramai menjadi menjadi sorotan publik.

Tak lama berselang, Kepala dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Bangka Belitung (Babel) Muhammad Soleh mengaku salah dan meminta maaf atas ketidaktahuannya terkait kewajiban siswa SMA/SMK se-Babel membaca buku Muhammad Alfatih karya aktivis HTI Felix Siauw.

Warganet makin gaduh. Akun FB @Mak Lambe Turah ikut membagikan tautan dan membuat cuitan:

kewajiban baca buku produk pentolan HTI, Baru terbit langsung dibatalkan.

Tapi menurut Mak, pembatalan bukan berarti URUSAN SELESAI, harusnya di cek dan diperiksa kalo perlu diselidiki sampe ke akar2nya.

Yang udah terkubur dibangkit2kan, yang jelas2 depan mata itu adalah BAHAYA HTI."

Sebelumnya diberitakan, Kadisdik Provinsi Bangka Belitung (Babel) Muhammad Soleh mengaku salah dan meminta maaf atas ketidaktahuannya terkait kewajiban siswa SMA/SMK se-Babel membaca buku Muhammad Alfatih karya aktivis HTI Felix Siauw.

"Kami minta maaf atas kekhilafan dan kesalahan ini. Hal ini disebabkan ketidaktahuan kami kalau buku Muhammad Alfatih tersebut karya aktivis HTI," kata Muhammad Soleh, Jumat (2/10).

Soleh membenarkan pada Rabu (30/9) pihaknya telah mengeluarkan surat kepada seluruh kepala sekolah untuk jenjang SMA/SMK mewajibkan siswa membaca buku Muhammad Alfatih karya Felix Siauw.

Pihaknya mewajibkan siswa membaca buku Muhammad Alfatih untuk meningkatkan literasi dan survei karakter para siswa di tengah pandemi covid-19 mengingat tahun ini akan diadakan asistensi minimal.

"Ini bagian upaya kami untuk meningkatkan semangat anak-anak berliterasi. Makanya kami memberikan sejarah. Nah kebetulan, literasi pada buku Muhammad Alfatih tentang perjalanan perjuangan. Bagus kita wajibkan siswa membacanya,"ujarnya.

"Dalam waktu dekat kami akan mengalihkan ke buku yang lain," tegasnya dinukil Mediaindonesia.com.

Diketahui, Sultan Muhammad al-Fatih merupakan tokoh Islam yang menaklukkan Konstitinopel di Romawi Timur.

Dikecam PWNU

Sementara itu, Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Bangka Belitung (Babel) memprotes keras kebijakan kepala Dinas Pendidikan (Disdik) yang mewajibkan siswa SMA/SMK membaca buku Muhammad Al Fatih 1453 karangan Felix Siauw. Protes itu dilayangkan melalui surat teguran ke Gubernur Babel Erzaldi Rosman Djohan.

Ketua PWNU Babel, KH Jaafar Siddiq mengatakan, PWNU sudah mengirimkan surat ke Gubernur Babel untuk menindaklanjuti perihal surat kepala Dinas Pendidikan terkait kewajiban membaca buku Felix Siauw tersebut.

"Tadi pagi saya sudah menghubungi kepala Dinas Pendidikan Babel, terkait surat perintahnya ke sekolah-sekolah untuk membaca dan merangkum buku Muhammad Al Fatih karya Felix Siaw dan ternyata beliau sendiri belum pernah membaca buku ini, ini fatal sekali," kata Jaafar dilansir iNews.id, Jumat (2/10/2020).

Dia mengatakan, kewajiban membaca buku karangan Felix Siaw dinilai memiliki agenda terselubung.

Editor : Taat Ujianto