• News

  • Peristiwa

Sebut Kehidupan Berdemokrasi Hilang, WR: Sekarang Bisa Rasakan Kehidupan Zaman Penjajahan

Pegiat media sosial (medsos) William Runturambi (WR)
Istimewa
Pegiat media sosial (medsos) William Runturambi (WR)

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Pegiat media sosial (medsos) William Runturambi (WR) menggambarkan situasi Indonesia saat ini, layaknya kehidupan di zaman penjajahan Belanda dan Jepang.

Menurut William, saat ini kehidupan layaknya Indonesia belum merdeka, dimana kehidupan berdemokrasi hilang. Bahkan penguasa begitu kejam, perekonomian hanya dinikmati oleh kelompok tertentu. 

"Jadi skrg gw bisa rasakan kehidupan dijaman penjajahan Belanda & Jepang dulu seblm Merdeka dmn kehidupan berdemokrasi hilang, penguasa begitu kejam, perekonomian hanya dinikmati oleh kelompok tertentu," kata William Runturambi dalam akun Twitternya,  @runturambi_w.

"Semoga akan ada balasannya. Kalian rasakan jg kah ? Klu ya RT ya guys," lanjut William.

Diketahui kebijakan pemerintah dan DPR RI yang mengesahkan RUU Ciptakerja mendapat penolakan dari beberapa elemen masyarakat. Mereka menganggap RUU yang telah disahkan menjadi UU tak berpihak kepada pekerja dan buruh.

Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) mengatakan unjuk rasa buruh untuk menolak RUU Omnibus Law Cipta Kerja akan digelar di lingkungan perusahaan/pabrik masing-masing secara serentak di seluruh Indonesia, yang melibatkan sekitar 2 juta buruh.

Presiden KSPI Said Iqbal mengatakan aksi unjuk rasa atau mogok nasional itu akan diadakan di masing-masing lokasi perusahaan/pabrik tempat para buruh bekerja pada 6-8 Oktober dari pukul 06.00-18.00 WIB.

Aksi dilakukan sebagai bentuk protes atas rencana pengesahan RUU Cipta Kerja yang dinilai merugikan kaum buruh dan diadakan di lingkungan kerja masing-masing, sebagai upaya untuk menghindari penyebaran penularan wabah COVID-19.

Reporter : Wahyu Praditya Purnomo
Editor : Nazaruli