• News

  • Peristiwa

Ngaku Ditindas, Buka Usaha Takut Gagal, DS: Gituuu Terus, Tak Mau Ubah Nasib tapi...

Denny Siregar
Foto: Istimewa
Denny Siregar

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Polemik RUU Cipta Kerja yang telah disahkan DPR RI Senin (5/10/20) masih terus berlanjut. Diperkirakan sepanjang hingga hari ini, Kamis (8/10) di sejumlah daerah akan tetap dilanda demonstrasi buruh.

Pegiat media sosial Denny Siregar, membuat cuitan menanggapi aksi kaum buruh yang menolak UU Cipta Kerja.

Menurut Denny, kaum buruh mestinya memiliki kesadaran untuk meningkatkan kapasitasnya sehingga tetap profesional sebagai karyawan. Apabila merasa ditindas, bukankah mempunyai kebebasan untuk keluar sebagai buruh dan menjadi wiraswasta?

Kaum buruh menurut Denny sering mengeluhkan tak punya modal saat membuka usaha.

"Niat dulu, bro. Niat kuatkan. Kalo lu niat kuat jadi pengusaha, pasti ada jalan. Mau modal segede gajah, kalo gada niatan yang bener ya ambruk.." tulis Denny.

Untuk sukses membutuhkan upaya serius agar tak gagal. Kalau takut gagal, ya tetap jadi buruh saja, tapi jangan merasa ditindas. Kalau merasa ditindas, "Gituuuu terus sampek lebaran kuda. Capek, kan ? Dia yang tidak mau mengubah nasibnya sendiri, dunia yang dia salahkan.." tegas Denny

Berikut catatan lengkap Denny Siregar:

DIALOG DENGAN BURUH PEMALAS

"Gua capek jadi buruh, ditindas terus sama pengusaha !"

"Ya keluar dari perusahaan itu, bro. Lu cari kerja di tempat lain yang gak nindas lu. Atau lu jadi wiraswasta aja gimana ?"

"Wiraswasta apa ??"

"Ya, dagang bakso misalnya.."

"Wah, gengsi dong !"

"Nah, kan.. Lu gengsi wiraswasta, tapi gak gengsi jadi buruh.."

"Trus, modalnya darimana ??"

"Niat dulu, bro. Niat kuatkan. Kalo lu niat kuat jadi pengusaha, pasti ada jalan. Mau modal segede gajah, kalo gada niatan yang bener ya ambruk.."

"Ah, enak lu ngomong. Lu udah sukses !"

"Gua kan dulu juga mulai dari bawah. Keluar kerjaan, niat usaha yg benar, kalau sekarang sukses wajar dong.."

"Ya, orang sukses enak ngomongnya. Gimana kalau gagal ???"

"Ya, lu tetap jadi buruh aja kalo gitu.."

"Tapi gua ditindas sama perusahaan !!!"

Gituuuu terus sampek lebaran kuda. Capek, kan ? Dia yang tidak mau mengubah nasibnya sendiri, dunia yang dia salahkan..

Seruput kopi dulu ahhh..
Denny Siregar

Buruh menolak UU Cipta Kerja

Sementara itu, setelah kemarin melakukan aksi unjuk rasa serentak di seluruh Indonesia yang diberi nama Mogok Nasional, hari ini buruh Indonesia akan kembali melanjukan aksinya.

"Setelah kemarin ratusan ribu bahkan hampir satu juta buruh keluar dari pabrik-pabrik untuk mengikuti mogok nasional, hari ini kami akan melanjutkan pemogokan tersebut," kata Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI), Said Iqbal melalui keterangan tertulisnya, Rabu (7/10).

Berdasarkan catatan KSPI, aksi kemarin dilakukan di berbagai daerah industri seperti Serang, Cilegon, Tangerang, Jakarta, Depok, Bogor, Bekasi, Karawang, Purwakarta, Cianjur, Bandung, Semarang, Surabaya, Pasuruan, Gresik, Mojokerto, Lampung, Medan, Deli Serdang, Batam, Banda Aceh, Banjarmasin, Gorontalo, dan lain sebagainya.

Said Iqbal membantah jika ada yang mengatakan apa yang dilakukan buruh adalah mogok kerja secara ilegal. Menurutnya, pemogokan ini dilakukan sebagai bentuk protes kaum buruh atas disahkannya RUU Cipta Kerja.

Adapun dasar hukum mogok nasional dilakukan sesuai dengan UU No 9 Tahun 1998 tentang Kemerdekaan Menyampaikan Pendapat di Muka Umum dan UU No 21 Tahun 2000 khususnya Pasal 4 yang menyebutkan, fungsi serikat pekerja salah satunya adalah merencanakan dan melaksanakan pemogokan.

"Selain itu, dasar hukum mogok nasional yang akan kami lakukan adalah UU No 39 Tahun 1999 tentang HAM dan UU No 12 tahun 2005 tentang Pengesahan Kovenan Internasional tentang Hak-Hak Sipil dan Politik," ujar Said Iqbal. Menurut Said Iqbal, aksi buruh dilakukan dengan tertib, damai, dan tidak anarkis.

Aksi ini dilakukan semata-mata untuk meminta Pemerintah dan DPR RI membatalkan omnibus law. Karena di dalamnya ada persoalan mendasar seperti pengurangan pesangon, karyawan kontrak dan outsourcing seumur hidup, UMSK dihilangkan, ada syarat khusus untuk penetapan UMK, hingga potensi hilangnya jaminan kesehatan dan pensiun bagi karena penerapan kontrak dan outsourcing.

"KSPI juga menghimbau agar buruh yang melakukan aksi tetap mengutamakan kesehatan agar tidak terpapar Covid-19 dengan tetap menggunakan masker di lokasi aksi dan menjaga jarak di antara massa aksi," pungkasnya dinukil Media Indonesia.

Editor : Taat Ujianto