• News

  • Peristiwa

AA: Ooh Jadi Diluncurkannya UU Ciptaker adalah Jalan untuk Nurunin JKW? Faham, Faham

Ratusan mahasiswa dan buruh yang tergabung dalam Aliansi Rakyat Bersatu berunjuk rasa menolak pengesahan Omnibus Law, di Alun-alun Serang, Banten, Selasa (6/10).
CNN Indonesia
Ratusan mahasiswa dan buruh yang tergabung dalam Aliansi Rakyat Bersatu berunjuk rasa menolak pengesahan Omnibus Law, di Alun-alun Serang, Banten, Selasa (6/10).

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Hingga hari ini, Kamis (8/10/20) dipastikan di sejumlah kota masih akan diwarnai demonstrasi penolakan UU Cipta Kerja yang telah disahkan DPR RI hari Senin, 5 Oktober lalu.

Sementara itu, di tengah demo beredar juga sejumlah berita hoaks hingga seruan-serun yang kadang justru di luar konteks menyampaikan aspirasi terkait protes isi dari UU Cipta Kerja.

Di sisi lain, di beberapa daerah ditemukan fakta bahwa peserta demo ternyata siswa SMK yang tak tahu menahu apa yang ditolak dan apa isi UU Cipta Kerja. Misalnya yang terjadi di Jawa Tengah.

Seperti diberitakan semarangku.com, Ganjar datang sendirian dan tak sungkan duduk lesehan dan berdialog bersama pendemo.

Dari dialog tersebut terungkap, beberapa pelajar mengaku hanya ikut-ikutan aksi demo di depan Gedung DPRD Provinsi Jawa Tengah siang kemarin, tanpa mengetahui substansi demo.

“Bangun tidur, di rumah sepi. Lihat handphone status pada ramai demo terus ikut. Gak tahu demo apa. Tahunya demo RUU, gak tahu isinya apa,” kata para siswa, Rabu (7/10/20).

Sementara kelompok buruh yang ditanya Ganjar mengaku ikut demo karena takut tidak diberi pesangon ketika di PHK. Meski demikian buruh-buruh tersebut mengaku belum membaca naskah RUU Omnibus Law Cipta Kerja secara utuh.

"Hanya baca dari share-sharean teman," kata salah satu buruh.

Lain lagi dengan apa yang disorot oleh pegiat media sosial Ade Armando. Di Akun FB-nya, ia mengunggah kartun bernada sindiran bertuliskan: "Omnibus Law tuh apaan bang? demo turunin Jokowi."

Ade Armando pun membuat cuitan, katanya: "Oooh jadi diluncurkannya UU Cipta Kerja adalah jalan untuk nurunin Jokowi? Faham, faham..."

Sementara itu diberitakan, ratusan buruh di kawasan SIER siang ini mulai bergerak menuju titik pusat Gedung Negara Grahadi dan DPRD Jatim.

Mereka akan melakukan demo tolak UU Cipta Kerja Omnibus Law, Kamis (8/10/2020). Rencananya, sekitar 30 ribu massa dari serikat pekerja, mahasiswa hingga aktivis turun ke Surabaya untuk menyampaikan aspirasinya.

Di kawasan industri SIER Rungkut sekitar 100 pekerja berkumpul di depan salah satu pabrik. Dengan memakai seragam kerja, membawa bendera serikat pekerja berwarna biru dan tetap menggunakan masker, mereka terlihat akan bersiap menuju titik kumpul lalu serentak mengarah ke titik yang dijadikan aksi demo Omnibus Law.

Salah satu anggota Federasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (FSPSI) Rokok Tembakau Makanan Minuman (RTMM) Surabaya, Bimo membenarkan hal tersebut.

Ia bersama ratusan pekerja pabrik di SIER tengah berkumpul dan akan menuju Bundaran Waru lalu ke tujuan lojasi demo di Grahadi dan Gedung DPRD Jatim.

"Menunggu koordinasi apakah nanti kumpul Waru semua. Nanti ke Grahadi dulu, Kantor Gubernur dan DPRD Jatim," kata Bimo kepada detikcom.

Bimo menegaskan, pihaknya tidak melakukan sweeping. Sebab, mereka berunjuk rasa secara damai. Juga tidak melakukan mogok kerja.

"Kita satu barisan, pabrik tidak berhenti tapi ada perwakilan, RTMM tidak pernah sweeping, kita tidak ada kekerasan, unjuk rasa damai. Bukan mogok kerja, perusahaan memberikan perwakilan," jelasnya.

Dengan membawa mobil untuk orasi, sebanyak 200 pekerja dari salah satu pabrik di Rungkut berangkat melakukan aksi. Mereka juga berkeliling menjemput FSPSI RTMM di pabrik lain untuk berangkat bersama-sama.

"Kami ada 200 orang. Kita akan jemput tempat kita di AHP, Campina, Yakop, Ultra Pima jemput bareng-bareng terus berangkat," pungkasnya.

Editor : Taat Ujianto