• News

  • Peristiwa

Ibu-Ibu Nyesek, MLT: Pagi-Pagi Anaknya di Polres, Ga Kebayang Runtegnya

Video ibu jemput anaknya pulang karena ikur demo tolak Omnibus Law viral di sosial media
Foto: Suara.com
Video ibu jemput anaknya pulang karena ikur demo tolak Omnibus Law viral di sosial media

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Puluhan orang tua mendatangi Polrestabes Surabaya sejak pagi. Mereka menjemput anak-anak mereka yang sempat diamankan dan ditahan oleh polisi pada saat demo tolak UU Ciptaker kemarin.

Para orang tersebut harus ekstra sabar untuk bertemu dengan anaknya. Meski menunggu sejak pagi di luar gerbang Polrestabes Surabaya, baru siang hari, sekitar pukul 14.00 WIB, mereka bisa masuk setelah dipanggil oleh petugas penjagaan.

Menanggapi kejadian tersebut, akun FB @Mak Lambe Turah, Jumat (9/10/20) mengatakan, "ya ampuun bocah...bocaah... ga kebayang emakmu semalaman ga bisa tidur. begitu pagi2 liat status wa anaknya di Polres, waah ga kebayang runtegnya saat itu."

Sebelumnya diberitakan, para orang tua itu berdatangan ke Polrestabes Surabaya membawa akta, kartu keluarga, dan persyaratan lainnya yang dibutuhkan. Setelah didata dan membuat surat keterangan, para orang tua diperbolehkan membawa pulang anak-anaknya.

Salah satunya Suliati warga Karang Tembok, Semampir. Perempuan 43 tahun ituterlihat berkaca-kaca setelah bertemu anaknya dan membawanya pulang.

Suliati mengatakan tadi malam dia mengaku mendatangi Polrestabes Surabaya hingga dini hari. Ia ingin mendapatkan kejelasan apakah anaknya berada di Polrestabes Surabaya atau tidak. Sebab sebelumnya ada yang memberi kabar jika anaknya diamankan di Polrestabes Surabaya.

"Ada yang ngabari, ada temannya yang sempat lolos (dari petugas). Ada yang ngabari, terus saya langsung lari ke sini (Polrestabes Surabaya). Nyampai di sini nggak boleh diambil. Nunggu proses katanya. Tapi kita namanya orang tua kan nggak enak, kita nunggu disini sampai jam 2 pagi. Tetap nggak boleh masuk, teman wartawan nggak boleh masuk, LBH nggak boleh masuk. Maksud saya ingin menjelaskan anak saya benar-benar di sini atau nggak. Iya jam 2 pulang karena diusir," ungkap Suliati kepada detikcom, Jumat (9/10/2020).

"Semua ibu-ibu juga di sini, karena belum ada kejelasan," lanjut Suliati.

Suliati yang saat itu menjemput anaknya bersama suaminya mengaku jika anaknya diamankan polisi bersama 8 temannya di warung kopi di Jalan Rajawali, Surabaya.

"Awalnya ya diajak teman," ujar Suliati.

Hal sama disampaikan Qoiriyah (52), warga Karang Tembok, Semampir yang juga terlihat menangis usai menjemput anaknya di Polrestabes Surabaya. Qoiriyah mengaku usai pulang sekolah, anaknya kemudian mengambil pakaian dan pamit ngopi bersama temannya.

"Pamitnya sama teman-teman ngopi setelah itu nggak tahu. Kemudian saya WA (whatsApp) nggak ada jawaban. Terus jam 12 malam, ibu-ibu ini tahu saya nggak tahu. Terus tadi pagi saya tahunya lihat dari status, aku melekan di polres. Lho saya langsung teriak terkejut. Saya kalau urusan sama negara itu takut," ungkap Qoiriyah sambil menangis.

Setelah mengetahui itu, ia langsung mendatangi Polrestabes Surabaya bersama dengan ketua RT setempat menjemput anaknya di Polrestabes Surabaya.

"Anak saya ini nggak pernah kemana-mana kok ngopi aja jauh sekali. Mungkin kemarin ibu-ibu tahu tapi nggak tega kasih tahu saya. Karena saya ini cuman berdua saja, suami nggak ada," tandas Qoiriyah

Editor : Taat Ujianto