• News

  • Peristiwa

Pertanyakan Draft UU Ciptaker yang Final, RH: Belum Ada, Mana yang Harus Dibaca?

Ahli Hukum Tata Negara Refly Harun.
CNBC
Ahli Hukum Tata Negara Refly Harun.

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Ahli Hukum Tata Negara Refly Harun mempertanyakan draft Undang-undang (UU) Cipta Kerja (Ciptaker) yang final. Meski dia sudah mendapatkan, tapi dia memastikan, apakah itu draft final yang sesungguhnya?.

Pernyataan itu disampaikan Refly menanggapi pernyataan Ekonom Indef Drajad H Wibowo yang katakan, DPR sah kan kertas kosong di Paripurna RUU Ciptaker. Pernyataan disampaikan melalui pengakuan Ketua Baleg DPR Supratman Andi Agtas.

"Pemerintah minta masyarakat membaca dulu. Mana yang harus dibaca?," tanya Refly, dikutip dari pernyataan di kanal Youtubenya, Senin (12/10/2020).

Refly jelaskan, apabila DPR dan pemerintah sebagai joint power telah melakukan persetujuan RUU, maka draft yang disetujui seharusnya final, bersih, bahkan tidak boleh diubah titik, koma, dan hurufnya.

Apabila setelah beredar, penilaian oleh masyarakat dan disinformasi, maka sesungguhnya kesalahan fatal pembentukan UUD oleh DPR dan pemerintah.

"DPR tidak pernah sepakati draft final. Apabila ada draft final maka masyarakat bisa akses. Sekarang pemerintah bisa tunjukkan draft final Ciptaker?," tanya Refly.

Refly heran, ketika belum ada draft final dan pemerintah klaim temukan hoax atau keliru. Padahal, bagaimana pemerintah bisa katakan hoax tetapi draft final, masyarakat tidak pernah tahu.

Menurut Refly, ini contoh pembentukan UU yang buruk sejak awal. Seharusnya pembuatan UU partisipatif, transparan pembahasan, akuntabel ketika diputuskan.

"Bukan diputuskan dalam aras kegelapan dan disahkan sembunyi-sembunyi," tegas dia.

Reporter : Martina Rosa Dwi Lestari
Editor : Sulha Handayani