• News

  • Peristiwa

Pejabat OJK Tersangkut Kasus Jiwasraya Ditahan Kejagung 20 Hari ke Depan

Fahkri Hilmi Deputi Komisioner Pasar Modal II OJK (tengah) kini ditahan Kejagung atas kasus Jiwasraya.
Twitter OJK Indonesia.
Fahkri Hilmi Deputi Komisioner Pasar Modal II OJK (tengah) kini ditahan Kejagung atas kasus Jiwasraya.

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Kejaksaan Agung menahan tersangka Fahkri Hilmi selama 20 hari sejak Senin 12 Oktober 2020 hingga 31 Oktober 2020.

Fahkri yang merupakan Deputi Komisioner Pasar Modal II OJK periode Maret 2017 hingga sekarang dan Mantan Kepala Departemen Pengawas Pasar Modal 2A periode April 2014 hingga Februari 2017 adalah tersangka dalam perkara tindak pidana korupsi dalam pengelolaan keuangan dan dana investasi pada PT Asuransi Jiwasraya (Persero). Tersangka Fahkri ditahan setelah diperiksa pada hari ini dalam statusnya sebagai tersangka.

"Di mana setelah dilakukan pemeriksaan sebagai tersangka, untuk mempermudah proses penyelesaian perkara tindak pidana korupsi, tersangka FH dilakukan penahanan rumah tahanan negara untuk waktu selama dua puluh hari terhitung sejak hari ini tanggal 12 Oktober 2020 sampai dengan 31 Oktober 2020 ditempatkan di Rutan Salemba Cabang Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan," kata Kepala Pusat Penerangan Hukum Hari Setiyono di Kantor Kejaksaan Agung, Jakarta, Senin.

Tak hanya menahan Fahkri, Kejaksaan Agung juga menahan Pieter Rasiman usai Pieter ditetapkan sebagai tersangka dalam perkara yang sama.

Penahanan terhadap Pieter akan dilakukan selama 20 hari sejak Senin 12 Oktober hingga 31 Oktober 2020. Dalam kasus Jiwasraya, enam orang telah berstatus sebagai terdakwa.

Seperti dilansir Antara, Pieter adalah Direktur Utama PT Himalaya Energi Perkasa. Dalam kasus ini, Pieter diduga bekerja sama melakukan korupsi bersama dengan terdakwa Joko Hartono Tirto.

"Tersangka diduga melakukan kerja sama dengan terdakwa antara lain yang sudah disidangkan adalah Joko Hartono Tirto," kata Hari.

Jaksa penyidik menduga tersangka berperan membuat perusahaan yang digunakan untuk mengatur investasi yang dilakukan oleh para terdakwa dengan menggunakan dana nasabah PT Asuransi Jiwasraya.

Diketahui, empat orang terdakwa pada Senin (12/10) yang menjalani sidang putusan di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat dalam kasus yang merugikan keuangan negara senilai Rp16,807 triliun ini yaitu Direktur Keuangan Jiwasraya periode Januari 2013 hingga 2018 Hari Prasetyo, Direktur Utama PT Asuransi Jiwasraya (Persero) periode 2008 hingga 2018 Hendrisman Rahim, Kepala Divisi Investasi dan Keuangan Jiwasraya periode 2008 hingga 2014 Syahmirwan dan Direktur PT Maxima Integra Joko Hartono Tirto.

Sementara, dua orang terdakwa lainnya yaitu pemilik PT Hanson International Tbk Benny Tjokrosaputro dan Komisaris Utama PT Trada Alam Mineral Tbk Heru Hidayat masih dibantarkan di rumah sakit karena terpapar COVID-19.

 

Editor : Irawan.H.P