• News

  • Peristiwa

Gibran Siap Jihad, BS: Dulu Anies Pake Simbol Palestina Ribut Bukan Main, Sekarang...

Gibran Rakabuming Raka
Foto: Bizlaw.id
Gibran Rakabuming Raka

SOLO, NETRALNEWS.COM - Rekomendasi PPP untuk Gibran Rakabuming Raka sedikit berbeda. Sebab, partai berlambang Kabah mengalungi syal Palestina sebagai simbol jihad perjuangan bagi warga Solo lewat Pilkada 9 Desember 2020.

Menanggapi hal itu, pegiat media sosial Birgaldo Sinaga membuat cuitan di akun FB-nya, Senin (19/10/20), katanya:

"Dulu, @aniesbaswedan  pake simbol2 syal bendera Palestina, teman2 gua ributnya minta ampun. Mereka menyerang Anies dari segala penjuru dengan narasi memainkan politik identitas. Politik bernuansa SARA," tulis Birgaldo.

"Sekarang karena yang pake selempang bendera Palestina itu Gibran, maka kata2 tajam yang pernah dipake menyerang Anies berubah 180 derajat. Kata2nya bak pujangga penuh kata2 bijak. Penuh petuah arif nan bijaksana. Pada akhirnya burung yang berbeda jenis akan punya siulan yang sama," lanjut Birgaldo.

Sebelumnya diberitakan, rekomendasi PPP untuk Gibran Rakabuming Raka sedikit berbeda. Sebab, partai berlambang Kabah mengalungi syal Palestina sebagai simbol jihad perjuangan bagi warga Solo lewat Pilkada 9 Desember 2020.

"Sebelum kami sampaikan SK kami punya selendang asli dari Palestin, dari pemerintah di sana. Sampaikan ke mas Gibran agar selama nanti Insyallah ditakdirkan sebagai Wali Kota, akan terus bergerak memperjuangkan," kata Ketua DPW PPP Masruhan Samsurie di kantor DPW PPP Jawa Tengah di Semarang, Jumat (28/8/2020).

"Palestin adalah simbol perjuangan yang tak pernah mati tak pernah henti, itu akan menjiwai mas Gibran dengan harapan perjuanganya mensejahterakan dan meningkatkan taraf hidup kota Solo akan tercapai," sambungnya.Masruhan menyebut rekomendasi Pilkada Solo itu jatuh ke Gibran bukan karena dia anak Presiden Joko Widodo (Jokowi). Melainkan karena sosok Gibran yang memiliki pemikiran bak soerang birokrat.

"Bukan karena pak Jokowi ya, itu sudah lama kita membaca saudara Gibran dengan pemikirannya yang lain dari yang lain. Itu jadi modal bagi seorang birokrat kalau ingin memajukan pemerintahannya itu harus keluar dari kungkungan kelaziman," jelasnya.
Pada Jumat (28/8) kemarin, dilansir detik.com, Gibran juga menjemput tiket Pilkada Solo ke DPW PKB Jateng. Gibran diharapkan bisa menjadi inspirasi kawula muda untuk masuk ke dunia politik.

"PKB percaya Mas Gibran akan memajukan Solo dan membuatnya lebih ramah lagi dan membuat generasi muda lebih berkarya. Kami Berharap Mas Gibran jadi inspirasi agar anak muda tidak takut berpolitik karena politik jadi jalan kita berjuang dan memakmurkan masyarakat," kata Ketua DPW PKB Jateng, KH Yusuf Chudlori atau Gus Yusuf Kantor DPW PKB Jawa Tengah, Semarang, Jumat (28/8).

Setelah mendapat syal, Gibran menerima rekomendasi itu dengan semangat dan bakal tancap gas untuk strategi pemenangan Pilkada Solo. Gibran pun memastikan bakal segera berkoordinasi dengan PPP dan PKB Solo serta melaporkan rekomendasi tersebut ke Ketua DPC PDIP Solo FX Hadi Rudyatmo terlebih dulu.

"Ini nanti saya laporkan ke pak ketua DPC," ujar Gibran.

Dalam kesempatan itu, Gibran juga menyampaikan permohonan maaf karena tak datang bersama pasangannya Teguh Prakosa. Sebab, Teguh sedang berhalangan hadir.

"Mohon maaf pak Teguh berhalangan hadir karena sedang mengikuti sekolah partai," tutur Gibran.Gibran pun menyebut hingga saat ini sudah mengantongi tujuh rekomendasi partai. Di antaranya PDIP, Gerindra, PSI, Golkar, PAN, PPP, dan PKB.

"Ini sebagai kekuatan tambahan untuk bisa memenangkan kontestasi pada 9 Desember nanti," ujarnya.

Editor : Taat Ujianto