• News

  • Peristiwa

Wow, Usai Heboh Siswa SMK Nikahi 2 ABG Sekaligus, Nasib Mereka Selanjutnya...

Seorang siswa SMK menikai 2 ABG sekaligus viral di sosial media
Foto: Suara Sulsel
Seorang siswa SMK menikai 2 ABG sekaligus viral di sosial media

LOMBOK, NETRALNEWS.COM - Duduk perkara siswa SMK yang menikahi dua remaja di Nusa Tenggara Barat (NTB) terungkap jelas. Dua remaja perempuan tersebut rupanya sudah berbadan dua sebelum menikah.

Kasat Reskrim Polres Lombok Barat AKP Dhaffiq Shiddiq mengatakan sejumlah pihak telah membuat kesepakatan terkait 2 ABG yang dinikahi oleh siswa SMK tersebut. Si suami akan melanjutkan sekolahnya, sedangkan istri kedua akan melanjutkan sekolah setelah melahirkan.

Berita tersebut masih menjadi sorotan warganet, Akun FB @Mak Lambe Turah, Selasa (20/10/20) ikut membagikan tautan dan cuitannya ramai dikomentari netizen.

Mak Lembe Turah: "Pemkabnya responsif dan perjuangin siswa siswinya agar mendapat haknya sampai lulus sekolah patut diapresiasi"

Iswahyudi Mulyono: "Sekolah lagi, moga tidak ada yg ke 3, ke 4 dst. Tapi biasanya sih gitu."

Herlina Lily Wijaya: "Keren anak2 jaman now.....#geleng2kepala"

Itha Rosithaa: "Klo di tempatku mlah dikeluarkan. Karena dah peraturannya sekolahnya sendiri."

Hastuti Esty Dejavu: "Kasihan ortu mrk dr hamil melahirkan membesarkan anak pasti msh terus direpotkan ,scr mrk pengantin msh kecil blm kerja semua Astagfirullahaladziem."

Sebelumnya diberitakan, pernikahan siswa SMK, AR (18), dengan dua ABG sekaligus itu beredar di media sosial. Pernikahan itu lantas mendapat sorotan dari Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana dan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) Kabupaten Lombok Barat.

AR diketahui melaksanakan akad nikah dengan R (16) pada Selasa (15/9) lalu. Setelah itu, AR melakukan akad nikah keduanya dengan F (16) pada Minggu (11/10). Resepsi digelar pada Senin (12/10) di Dusun Batu Bangke Desa Cendi Manik.

DP2KBP3A Lombok Barat bergerak langsung memanggil ketiga orang tersebut.

"Insyaallah besok Senin kami beserta kanit PPPA Polres Lobar dan Camat akan turun untuk mengumpulkan semua Kepala Dusun beserta pasangan tersebut dan kedua orang tuanya," ungkap Erni, Minggu (18/10/2020).

Erni mengatakan kasus ini menjadi perhatian khusus dan akan memberikan sanksi kepada pihak-pihak yang dianggap lalai membiarkan kasus ini terjadi.

"Kalau untuk anak-anak nggak ada, karena dia juga masih anak-anak dan dilindungi oleh Undang-Undang, kepentingan terbaik untuk anak itulah yang akan kita lakukan. Insyaallah kita akan dorong dia untuk tetap sekolah tapi bagi aparat yang membiarkan proses pernikahan itulah yang akan kita berikan efek jera," tegasnya.

Pertemuan pihak pemkab dengan orang tua, kepala dusun dan ketiga orang pasangan terkait pun digelar. Pemkab Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB), menegaskan tak mungkin memisahkan siswa SMK menikahi 2 wanita yang viral. Sebab, dua mempelai telah hamil.

"Karena kedua mempelai sudah hamil, sehingga upaya untuk memisahkan tidak mungkin dilakukan," kata Erni saat dihubungi detikcom Senin (19/10).

Selain mendapatkan fakta soal kedua mempelai wanita sudah hamil, Erni mengatakan pemanggilan tersebut menjadi peringatan kepada aparat desa agar tidak membiarkan kasus pernikahan usia anak terjadi.

"Tapi minimal ini peringatan bagi seluruh aparat baik kepala dusun, aparat desa untuk ke depannya tidak membiarkan apalagi memfasilitasi pernikahan usia anak karena ada hukuman yang sudah menunggu," tegasnya.

Selain itu, Pemkab juga berencana menggelar rapat koordinasi untuk membahas kasus ini pada Kamis mendatang. Seluruh kepala desa akan dikumpulkan.

"Rencana Kamis tanggal 22 Oktober kami akan rakor di Kecamatan untuk mengundang semua kepala desa untuk membahas masalah pernikahan anak," ujar Erni.

Erni mengatakan pihaknya telah memanggil dan meminta keterangan kepada kedua mempelai serta orang tua dan kepala dusun terkait. Rapat koordinasi yang akan digelar itu bertujuan menekan angka pernikahan usia anak serta memberikan pemahaman hukuman dan sanksi bagi siapa saja yang membiarkan kasus serupa terjadi.

"Tapi minimal ini peringatan bagi seluruh aparat baik kepala dusun, aparat desa untuk ke depannya tidak membiarkan, apalagi memfasilitasi, pernikahan usia anak karena ada hukuman yang sudah menunggu," tegasnya.

Sementara itu, Polres Lombok Barat sampai saat ini belum menerima laporan terkait heboh siswa SMK yang menikahi dua ABG itu. Kendati demikian, polisi tetap turun tangan untuk menyelidiki ada atau tidaknya pihak yang dirugikan.

"Untuk sementara belum ada laporan resmi yang masuk ke kita mengenai pernikahan 2 anak sekaligus ini. Tapi kita tetap turun untuk memastikan apakah ada yang dirugikan," kata Kasat Reskrim Polres Lombok Barat AKP Dhaffiq Shiddiq, Senin (19/10).

Dhaffiq juga mengatakan sejumlah pihak telah membuat kesepakatan terkait 2 ABG yang dinikahi oleh siswa SMK tersebut. Si suami akan melanjutkan sekolahnya, sedangkan istri kedua akan melanjutkan sekolah setelah melahirkan.

"Suami akan tetap melanjutkan sekolahnya sedangkan istri ke-2 akan melanjutkan sekolah pasca melahirkan dengan dikawal ketat UPT PPA Kabupaten Lobar," jelas Dhaffiq dilansir Detik.com.

Editor : Taat Ujianto