• News

  • Peristiwa

Jika Kebenaran Jadi Hak Penguasa, Said Didu Pertanyakan Masih Adakah Demokrasi?

Mantan Sekretaris Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Said Didu
Istimewa
Mantan Sekretaris Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Said Didu

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Mantan Sekretaris Kementerian BUMN Said Didu menanggapi kondisi perpolitikan di Indonesia saat ini.

Bahkan dirinya mempertanyakan masih adakah demokrasi jika kebenaran menjadi hak penguasa.

Melalui akun twitternya pribadinya, Said Didu menggambarkan situasi perpolitikan saat ini.

Dimana mengemukakan pemikiran dilarang, melakukan analisis dikriminalisasi, berdiskusi pun dicurigai dan harus diintai.

"Jika mengemukakan pemikiran pun sudah tidak boleh. Jika melakukan analisis saja sudah dikriminalisasi. Jika berdiskusipun sudah diintai. Jika kebenaran sudah menjadi hak penguasa. Apakah demokrasi masih ada?" kata Said Didu dalam akun Twitternya.

Said Didu sendiri memang kerap melontarkan kritik terhadap pemerintahan Jokowi-Maruf. Dia beberapa kali menyoroti persoalan utang, kemiskinan, maupun demokrasi yang semakin memprihatinkan.

“Data menunjukkan terjadi tambahan utang selangit, peningkatan kemiskinan, penegakan hukum makin memprihatinkan, demokrasi makin terpuruk, peningkatan ketimpangan. Inikah pondasi yang dibangun,” tulisnya di kicauan berbeda.

Reporter : Wahyu Praditya Purnomo
Editor : Sesmawati