• News

  • Peristiwa

Bakal Ada Masjid JKW di Abu Dhabi, Birgaldo: Jokowi Bukan Manusia Setengah Dewa jadi...

Birgaldo Sinaga
Foto: Istimewa
Birgaldo Sinaga

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Nama Presiden Joko Widodo ( Jokowi) akan diabadikan menjadi nama masjid yang akan dibangun di kawasan Embassy Area, Abu Dhabi, Uni Emirat Arab ( UEA). Hal ini diketahui dari cuitan akun Twitter resmi kantor media Pemerintah UEA @admediaoffice.

Dalam cuitan itu disebutkan, Pangeran Mahkota Abu Dhabi Mohammed bin Zayed bin Sultan Al Nahyan telah memberikan arah untuk membangun dan menamai masjid di kawasan diplomatik, Embassy Area.

Pemberian nama "Masjid Presiden Joko Widodo" merupakan bentuk pengakuan hubungan erat Indonesia-UEA dan bentuk penghormatan Pemerintah UEA kepada Jokowi dalam memperkuat hubungan bilateral kedua negara.

Meski demikian, belum diketahui secara pasti kapan masjid tersebut akan dibangun. Adapun Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Abu Dhabi meminta doa restu dan dukungan segenap bangsa Indonesia dalam pembangunan masjid tersebut.

Berita tersebut mendapat sorotan warganet di sosial media. Pegiat kemanusiaan Birgaldo Sinaga, Rabu (21/10/20) menanggapinya dengan membuat catatan panjang sebagai berikut:

WARBIYASAH APRESIASI NEGARA ARAB UEA MEMBANGUN JOKO WIDODO MOSQUE

Jika ada dua orang Indonesia berbeda pikiran soal apresiasi kepada presidennya, itu hal yang biasa2 saja.
Ada yang tidak senang dengan kebijakan presiden. Ada yang senang.

Jokowi bukanlah manusia setengah dewa. Jadi sudah barang tentu bukanlah manusia super yang sempurna wujud pikiran dan kebijakannya.

Karena itu, kritikan atas kebijakannya yang tidak pas itulah cara kita memperlakukan Jokowi sebagai manusia. Yang kita kritisi itu penggunaan wewenangnya. Kekuasaannya. Kebijakannya.

Selagi kritikan itu pada substansi kebijakan dan kewenangannya, maka demokrasi kita akan menjadi wahana terbaik dalam check and balances good corporate governance.

Tanpa kritikan kritis, fakta empirik sejarah peradaban membuktikan, pemerintahan yang berjalan tanpa check and balances akan jatuh ke lubang yang sama.

Sayangnya, di negeri kita, kritikan itu berubah menjadi hujatan. Hinaan. Penistaan. Ejekan. Sumpah serapah.

Dan ujungnya, apapun penghargaan dan penghormatan orang luar negeri pada Jokowi tidak mau tahu pasti tetap dihujat dan dicaci maki.

Saya pikir, semua harus proporsional.

Jika baik maka kita berikan aplaus tepuk tangan. Jika kurang baik kita sama2 berikan suara kritis.
Keduanya itu adalah cara kita mencintai negara bangsa kita.

Memuja membebek Jokowi tidak baik.
Menghujat Jokowi tanpa rasio jelas salah besar.

Yang benar, jika keliru berikan kritikan. Jika benar berikan penghargaan dan penghormatan.
Selamat ya Pak Presiden Jokowi atas penghargaan pemerintah Abu Dhabi membangun mesjid megah dengan nama Presiden Joko Widodo Mosque.

Tabikk
Birgaldo Sinaga

Sebelumnya dilansir Kompas.com, nama Presiden Joko Widodo diabadikan menjadi nama jalan di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab, UEA, dengan nama "President Joko Widodo Street".

Peresmian jalan tersebut dipimpin oleh Chairman Abu Dhabi Executive Office Sheikh Khalid bin Mohammed bin Zayed Al Nahyan pada Senin (19/10/2020) pukul 16.45 waktu setempat.

Kegiatan tersebut dihadiri Duta Besar RI untuk UEA Husin Bagis serta sejumlah pejabat Kementerian Luar Negeri UEA dan Abu Dhabi Municipality.

Jalan Presiden Joko Widodo terletak di salah satu ruas jalan utama yang membelah Abu dhabi National Exhibition Center (ADNEC) dan Embassy Area.

Kawasan itu ditempati sejumlah kantor perwakilan diplomatik. Nama jalan ini sebelumnya adalah Al Ma’arid Street atau dalam bahasa Indonesia berarti ekshibisi (pameran) yang menghubungkan Jalan Rabdan dengan Jalan Tunb Al Kubra.

Editor : Taat Ujianto