• News

  • Peristiwa

Alasan Denny Siregar Selalu Bela JKW, Ternyata Gegara Kasus Sarumpaet Ngaku Digebuki

Denny Siregar
Foto: Istimewa
Denny Siregar

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Pernyataan-pernyataan pegiat Denny Siregar seringkali membuat kuping merah, nyentil, tapi kocak. Menurut penilaian banyak orang, apa yang ia sampaikan cenderung memihak pada Pemerintah Joko Widodo.

Oleh sebab itu ia sering dikomentari sebagai BuzzeRp, bahkan ada yang menyebutkan penjilat kekuasaan.

Mengenai hal itu, Rabu malam (21/10/20) Denny Siregar membuat cuitan menjelaskan mengapa ia memihak Jokowi. Berikut cuitannya:

"Den, lu kok bela Jokowi mulu ? Penjilat ya ?"
"Saya bukan bela Jokowi, apalagi menjilat dia. Saya hanya membela kewarasan saya berfikir.

Masak saya harus bela orang2 yang dulu percaya kalau Ratna Sarumpaet digebukin orang ? Kalau kamu percaya mereka, ya sudah. Berarti kamu harus segera periksa, siapa tau ada gangguan jiwa.."

Dan saya di blok. Salahku apa ??

Sementara dalam cuitan sebelumnya, Denny menyoroti soal keputusan Presiden Joko Widodo yang tegas menolak permintaan Amerika Serikat untuk menjadikan wilayah Indonesia sebagai pangkalan bagi pesawat-pesawat mata-mata P-8 Poseidon.

Denny pun mengapresiasi ketegasan Jokowi tersebut. Di dinding akun FB-nya, Rabu (21/10/20), ia menyampaikan pendapatnya, katanya: "Tidak ada satupun negara yang boleh mendirikan pangkalan militer di negara ini. Tidak Amerika. Tidak China. Tidak juga Rusia."

"Indonesia negara non blok. Berdaulat. Dan itu tegas dinyatakan oleh pemerintah kita. Salut, pakde," tandas Denny.

Untuk diketahui, sebelumnya Menteri Luar Negeri Retno Marsudi membantah teritorial Indonesia telah dijadikan lokasi pangkalan militer China, seperti yang dilaporkan Amerika Serikat.

Retno menjamin, seluruh wilayah NKRI masih terjaga secara baik dan tidak bisa dijadikan pangkalan militer oleh negara mana pun termasuk Cina. Sebab, prinsip politik luar negeri Indonesia adalah non-blok.

"Secara tegas saya ingin menekankan, sesuai garis politik luar negeri Indonesia. Maka wilayah Indonesia tidak dapat dan tidak akan dijadikan sebagai basis atau pangkalan maupun fasilitas militer bagi negara manapun," tegas Menlu Retno saat konferensi pers di Jakarta, Jumat (4/9/2020).

Editor : Taat Ujianto