• News

  • Peristiwa

Kasus Gus Nur, Teddy Gusnaidi: Refly Harun Bisa Diproses Hukum Jika....

Dewan Pakar Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI), Teddy Gusnaidi
Twitter
Dewan Pakar Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI), Teddy Gusnaidi

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Dewan Pakar Partai Keadialan dan Persatuan Indonesia (PKPI), Teddy Gusnaidi (TG) angkat bicara soal penangkapan Sugi Nur Rahardja alias Gus Nur oleh Bareskrim Polri atas laporan dari Nahdlatul Ulama (NU) karena dianggap telah menyebarkan  kebencian atau permusuhan yang bermuatan 

Suku, Agama, Ras dan Antargolongan (SARA) dan penghinaan.

Pernyataan Gus Nur tersebut disebarkan dalam akun YouTube MUNJIAT Channel milik ahli Hukum Tata Negara Refly Harun, Jumat (16/10/2020).

Menurut Teddy, Refly bisa dijerat hukum juga kalau polisi menemukan apa motif Refly dalam kasus Gus Nur tersebut.

Teddy pun mengaitkan kasus musisi Erdian Aji Prihartanto alias Anji mengungkapkan tujuan mewawancarai Hari Pranoto soal temuan obat Covid-19 melalui kanal YouTube Dunia Manji.

"Apakah @ReflyHZ bisa kena juga dalam kasus ujaran kebencian sugik nur? Ya bisa saja, jika polisi temukan apa motifnya refly. Ingat kasus @duniamanji saat wawancara hadi?, "tuli Teddy di akun Twitternya, Sabtu (24/10/2020).

Kata Teddy lagi, dia yakin kalau tujuan Anji melakukan wawancara terhadap Hadi agar agar ada obat yang bisa menyembuhkan pasien covid. Tapi kalau Refly harus dipertanyakan apa motif dirinya mewawancari Gus Nur

"Kalau anji, saya yakin motifnya agar ada obat yang bisa menyembuhkan pasien covid. Kalau Refly apa motifnya?," ujarnya

Sebelumnya, Sugi Nur Rahardja alias Gus Nur dilaporkan oleh Ketua Pengurus Nahdlatul Ulama (NU) Cabang Cirebon Azis Hakim ke Bareskrim Polri kemarin. Laporan itu bernomor LP/B/0596/X/2020/BARESKRIM tanggal 21 Oktober 2020. Azis selaku pelapor mengatakan pihaknya melaporkan dengan dugaan tindak pidana penghinaan dan ujaran kebencian melalui media elektronik.

Atas laporan itu Bareskrim Polri berhasil menangkap Gus Nur di Malang. 

Editor : Sesmawati