• News

  • Peristiwa

DS: Ada Masa Ketika Seorang Doktor Wawancarai Penjual Softex Demi Angkat Namanya

Pegiat Media Sosial, Denny Siregar
Istimewa
Pegiat Media Sosial, Denny Siregar

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Pegiat Media Sosial, Denny Siregar (DS) lagi-lagi menyindir Pakar Hukum Tata Negara Refly Harun (RH) terkait wawancara yang telah dia lakukan terhadap Sugi Nur Raharja alias Gus Nur.

Melalui cuitannya Denny mengibaratkan Gus Nur sebagai penjual pembalut bekas yang diwawancarai oleh seseorang yang bergelar Doktor yakni Refly Harun sendiri.

Denny mengatakan demi menaikkan namanya sendiri, Refly rela mewawancarai seorang penjual pembalut wanita dan wawancara itu pun ditayangkan di konten video akun YouTubenya.

"Ada masa ketika seorang doktor mewawancarai penjual softex untuk mengangkat namanya..," tulis Denny, Sabtu (24/10/2020).

Nanun sayangnya si penjual pembalut ditangkap polisi karena mulutnya sendiri yakni  telah menyebarkan kebencian atau permusuhan yang bermuatan Suku, Agama, Ras dan Antargolongan (SARA) dan penghinaan.

Denny pun mempertanyakan apakah Refly bisa dianggap brrsalah karena telah menyebarkan konten tersebut. Atau jangan-jangan sang Doktor berkelit?

"Si penjual softex akhirnya ditangkap. Apakah si doktor yang membantu menyebarkan konten itu ikut bersalah juga ?

Atau nanti berkelit, "saya kan hanya bertanya ke dia.."

Cuitan Denny pun direspon berbagai komentar oleh netizen. Berikut rangkumannya seperti yang terpantau netralnews.com, Sabtu (21/10/2020).

@taufikaris1613: Akirnya lidahnya keseleo, krn hatinya penuh kebencian, kebanyakan sumpah dgn alquran, akhirnya... mulutmu, matamu...menjadi judul puisi dibalik kesunyian tembok.

@MrsRachelln: Bertanya boleh, cari subscribe sebanyak2nya sbg youtuber silahkan, tp klo udah tau kontenya bermuatan ujaran kebencian, melanggar uu & ada yg dirugikan, hrsnya tdk didistribusikan untuk konsumsi publik, karna akan menimbulkan kegaduhan ditengah masyarakat.

@Gunto_Jaya: Bingung cari motif dibalik nya. Si doktor kan sudah populer bin terkenal selama ini. Apa semata cari viewer untuk channel nya ? Bingung dah.

@ekoyulis: Bingung juga seorang Prof. Karena sakit hati bisa mengundang orang macam begini. Sakit hati boleh, tapi kalau sampe hilang akal ini mah namanya bunuh diri. Konsekuensi post power sindrom....

Editor : Sesmawati