• News

  • Peristiwa

Anies Sebut Gelas Dituang Air Tumpah, AA: Anda Tak Punya Rencana Mengatasi Banjir ya?

Ade Armando dan Anies Baswedan
Foto: Istimewa
Ade Armando dan Anies Baswedan

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Dalam satu diskusi tentang upaya mencegah banjir di DKI Jakarta, Gubernur Anies Baswedan menganalogikan bahwa terjadinya banjir ketika air dituangkan ke dalam gelas.

"Air hujan yang bisa ditampung di drainase kita yaitu 150 milimeter (mm). Kalau di atas 150 mm maka banjir. Seperti gelas, gelas itu daya tampungnya 200 mm, tapi kalau dituangi satu liter, itu tumpah," kata dia.

Menanggapi pernyataan Anies, Ade Armando membuat cuitan di akun FB-nya, Minggu (25/10/20), katanya:

"Pak Anies, dulu Anda bilang banjir itu soal pengelolaan air.
Anda bilang, kalau pengelolaan airnya bener, nggak bakal ada banjir.
Kok sekarang anda bilang kalau curah hujannya tinggi, ya pasti tumpah alias banjir.
Anda itu tidak punya rencana untuk mengatasi banjir ya?"

Sebelumnya dilansir Tribunnews, Gubernur DKI meminta agar seluruh kecamatan dan kelurahan harus memiliki alat ukur volume hujan. Karena, dengan alat pengukur volume air hujan itu potensi banjir bisa terdeteksi lebih dini.

Hal itu dikatakan Gubernur DKI Anies Baswedan saat diskusi bersama jajaran Pemkot Jakarta Selatan di kantor Kecamatan Pancoran, Jakarta Selatan pada Kamis (22/10/2020).

Diskusi ini diikuti oleh jajaran pejabat tingkat kota mulai dari Wakil Wali Kota Jakarta Selatan Isnawa Adji, para Asisten Setko, para camat di seluruh wilayah di Jakarta Selatan serta sebanyak 37 lurah yang wilayahnya beresiko kebanjiran.

Anies melanjutkan, dalam menanggulangi genangan dan banjir saat turun hujan harus ada kebersamaan dari semua pihak.

Pasalnya, masalah banjir merupakan masalah yang sudah menahun dan harus menjadi perhatian penuh saat datangnya musim penghujan.

Sehingga untuk mendeteksi datangnya banjir saat turun hujan, Anies meminta kepada seluruh camat dan lurah memiliki alat pengukur volume air hujan.

Dia pun menganalogikan terjadinya banjir ketika air dituangkan ke dalam gelas.

"Air hujan yang bisa ditampung di drainase kita yaitu 150 milimeter (mm). Kalau di atas 150 mm maka banjir. Seperti gelas, gelas itu daya tampungnya 200 mm, tapi kalau dituangi satu liter, itu tumpah," kata dia.

Alat ukur itu, terang Anies, dapat menjadi tolak ukur volume air hujan yang berintensitas tinggi.

"Supaya tahu betul volume air hujan yang turun, sehingga bisa memprediksi," tuturnya.

"Kalau curah hujan di atas 150 mm sudah sangat lebat, sudah extream, jadi saya ingin kita sama-sama kampanyekan tentang ambang batas ini," jelasnya.

Editor : Taat Ujianto