• News

  • Peristiwa

Saling Serang di Twitter, TZ Minta Jokowi Jangan dengar Masukan Ferdinand: Mana Ngerti !

Wakil Sekretaris Jenderal Majelis Ulama Indonesia (MUI) Tengku Zulkarnain
Istimewa
Wakil Sekretaris Jenderal Majelis Ulama Indonesia (MUI) Tengku Zulkarnain

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Saling Serang di media sosial (medsos) antara Wakil Sekretaris Jendral (Wasekjen) MUI dengan Direktur Eksekutif Energy Watch Indonesia (EWY) Ferdinand Hutahaean terkait UU Cipta Kerja.

Tengku Zul, sapaan Zulkarnain mengatakan, di negara Pancasila yang diutamakan musyawarah, dan mestinya masukan atas produk undang-undang dilakukan sebelum pengesahan, bukan sebaliknya.

Untuk itu Tengku Zul meminta Presiden tidak meminta masukan Ferdinand Hutahaean.

"Di negara Pancasila yg utamakan MUSYAWARAH mestinya masukan atas produk Undang2 dilakukan sblm PENGESAHAN. Jgn dibalik pak @jokowi. Sdh disahkan baru minta masukan Ferdinand mana ngerti?" kata Tengku Zul dalam akun Twitternya.

Pernyataan Tengku Zul ini menanggapi cuitan Ferdinand yang tidak sependapat dengan Tengku yang menganggap sikap pemerintah sama seperti "cuci piring."

"Zul, saya kasih tahu ya biar cerdas dikit. Pengadilan itu (MK) adalah tempat mencari kebenaran atas perbedaan pendapat hukum. Pemerintah dan sebagian buruh berbeda pendapat soal UU Ciptaker, MK untuk menemukan nilai kebenaran atas perbedaan itu tempatnya adlh MK. Jadi bukan cuci piring," katanya.

Sebelumnya Wakil Sekretaris Jenderal Majelis Ulama Indonesia (MUI) Tengku Zulkarnain melalui media sosial kembali menyoroti UU Cipta Kerja.

"Kata Prof. Mahfud MD urusan hukum di NKRI bukan urusan pemerintah itu urusan yudikatif. Nah, UU Cipta Kerja dibuat pemerintah terus disuruh menuntut ke MK jika tidak puas." tulis Tengku Zul.

"Sama saja membiarkan pemerintah berbuat 'seenaknya' terus MK disuruh membereskan alias 'cuci piring' Enak ya." sambungnya.

 

Reporter : Wahyu Praditya Purnomo
Editor : Nazaruli