• News

  • Peristiwa

Novel PA 212 Sebut Pernyataan Gus Nur Adalah Kritik dan Koreksi Terhadap NU

Novel PA 212 sebut pernyataan Gus Nur adalah kritik terhadap NU.
Telusur
Novel PA 212 sebut pernyataan Gus Nur adalah kritik terhadap NU.

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Polisi menangkap dan menetapkan Sugi Nur Raharja alias Gus Nur sebagai tersangka kasus dugaan ujaran kebencian dan penghinaan terhadap Nahdlatul Ulama (NU).

Penangkapan itu terkait sejumlah pernyataan Gus Nur tentang NU dalam video wawancaranya dengan pakar hukum tata negara Refly Harun yang diunggah di YouTube pada 16 Oktober 2020.

Salah satu pernyataan yang diduga menghina NU adalah saat Gus Nur mengumpamakan NU sebagai bus umum yang sopirnya mabuk, kondekturnya teler, kernetnya ugal-ugalan, serta isi busnya adalah PKI, liberal, dan sekuler.

Mengomentari hal itu, Wasekjen Persaudaraan Alumni (PA) 212 Novel Bamukmin berpendapat bahwa apa yang disampaikan Gus Nur merupakan sebuah kritik dan koreksi terhadap NU.

"Yang disampaikan Gus Nur adalah kritik walaupun pedas, itu adalah sebagai koreksi," kata Novel kepada netralnews.com, Senin (26/10/2020).

Karena itu, lanjut Novel, seharusnya masalah tersebut diselesaikan dengan dialog atau tabayyun antara kedua belah pihak dan tidak perlu dibawa ke ranah hukum.

"Permasalahan ini adalah permasalahan beda pendapat yang seharusnya bisa diselesaikan dengan dialog dan tabayyun, bukan dengan memanfaatkan kekuasaan lalu memaksakan proses hukum dengan suka-suka," ujar Novel.

"Tentu ini (memaksakan proses hukum dengan suka-suka) adalah perbuatan zolim yang sangat menyimpang dalam Islam dan sangsinya adalah neraka jahanam (QS: Alburuj ayat 10)," jelas Waketum Tim Pembela Ulama dan Aktivis (TPUA) itu.

Sebelumnya diberitakan, Gus Nur ditangkap di kediamannya, di Malang, Jawa Timur pada Sabtu (24/10/2020). Ia ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan di Rutan Bareskrim Polri atas dugaan ujaran kebencian dan penghinaan terhadap Nahdlatul Ulama (NU).

Penangkapan terhadap Gus Nur ini dilakukan atas sejumlah pelaporan ke Bareskrim Polri, salah satunya Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Cirebon, Azis Hakim pada (21/10/2020).

Selain Azis Hakim, PP Gerakan Pemuda (GP) Ansor juga melaporkan Gus Nur ke Bareskrim Polri atas tuduhan yang sama. Gus Nur dianggap melecehkan NU dalam sebuah video wawancara bersama Refly Harun. Video tersebut diunggah di salah satu kanal YouTube pada 16 Oktober 2020.

Gus Nur dijerat Pasal 45A ayat (2) juncto Pasal 28 ayat (2) dan/atau Pasal 45 ayat (3) juncto Pasal 27 ayat (3) Undang- Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang ITE dan/atau Pasal 156 KUHP dan/atau Pasal 310 KUHP dan/atau Pasal 311 KUHP dan/atau Pasal 207 KUHP.

Reporter : Adiel Manafe
Editor : Sulha Handayani