• News

  • Peristiwa

Kasus Gus Nur, Mardani Ali Sera Sedih, Kenapa?

Mardani Ali Sera.
dpr.go.id
Mardani Ali Sera.

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Politisi PKS Mardani Ali Sera menyoroti kasus dugaan ujaran kebencian dan penghinaan terhadap Nahdlatul Ulama (NU) yang menjerat Sugi Nur Raharja alias Gus Nur.

Mardani mengaku sedih atas penggunaan pasal karet Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) dalam kasus Gus Nur. Menurutnya, Pasal 27 dan 28 UU ITE yang dipakai dalam kasus itu, buruk bagi perkembangan demokrasi.

"Sedih karena pasal karet UU ITE pasal 27 dan 28 kembali dipakai. Ini sebenarnya buruk bagi perkembangan demokrasi," tulis Mardani di akun Twitternya, Senin (26/10/2020).

Mardani juga berpendapat bahwa kasus Gus Nur ini bisa diselesaikan dengan musyawarah dan mediasi, sehingga tidak perlu dibawa ke ranah hukum.

"Sangat bijak jika dilakukan musyawarah dan mediasi lebih dahulu agar suasana aman dan tentram dapat dijaga di masa pandemi," cuit Mardani.

Sebelumnya diberitakan, Gus Nur ditangkap di kediamannya, di Malang, Jawa Timur pada Sabtu (24/10/2020). Ia ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan di Rutan Bareskrim Polri atas dugaan ujaran kebencian dan penghinaan terhadap NU. 

Gus Nur disangka telah melanggar Pasal 27 ayat 3 jo Pasal 28 ayat 2 Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) dan pasal 310 KUHP dengan ancaman 4 tahun dan 6 tahun penjara.

Reporter : Adiel Manafe
Editor : Irawan.H.P