• News

  • Peristiwa

Protes Nabi Dihina di Prancis, PA: Tapi di Negeri Sendiri Hina Tuhan Orang Jin Kafir

Pegiat media sosial Permadi Arya (Abu Janda)
Twitter
Pegiat media sosial Permadi Arya (Abu Janda)

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Pegiat media sosial Permadi Arya ikut angkat bicara mengenai penghinaan Agama Islam dan Nabi Muhammad oleh Presiden Prancis Emmanuel Macron.

Permadi malah menyindir kaum yang suka marah atau protes karena mereka justru kerap melakukan hal yang sama kepada agama lain di negeri sendiri. 

Contoh paling jelas, kata Permadi adalah mereka kerap menghina tuhan orang dengan sebutan "Jin Kafir".

"Protes nabi dihina di Prancis

Tapi di negeri sendiri hina Tuhan orang "jin kafir"

Protes Uyghur dizalimi di Tiongkok

Tapi di negeri sendiri zalim ke umat minoritas lagi ibadah dibubarin, izin rumah ibadah susah

Protes islamophobia

Tapi sendirinya phobia salib, phobia topi santa," tulis Permadi di akun Twitternya, Rabu (28/10/2020).

Cuitan Permadi tersebut dapat banyak Komentar dari netizen seperti terpantau netralnews berikut.

@ElfridaHutabar5: Mulut sebut sebut nama Tuhan,

Tapi kelakuan kayak atas nama iblis,

Luar biasa

@rinidwiandini: Betul, bang.. Kejelekan orang emang lebih mudah di lihat, daripada kejelekan sendiri. Saat-nya silent majority bertindak tegas sama orang" yg anarkis dan main hakim sendiri. Senang melihat kembali cuitan abang yg kritis, sehat" ya Bang

@muflikha1: klo orangnya lain gimana pak permadi yang terhormat ?

saya protes nabi di hina tapi saya tidak menghina Tuhan agama lain...lakum diinukum waliyadiin....

Sebelumnya, Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia (Kemenlu) menyatakan mengecam pernyataan yang disampaikan oleh Presiden Prancis, Emmanuel Macron, yang dinilai menyudutkan agama Islam dan membiarkan penerbitan ulang karikatur Nabi Muhammad S.A.W., oleh majalah satire Charlie Hebdo.

Kemenlu turut memanggil Duta Besar Prancis di Jakarta, Olivier Chambard, untuk menyampaikan kecaman itu.

"Kementerian Luar Negeri memanggil Duta Besar Prancis di Jakarta hari ini. Dalam pertemuan itu, Kementerian Luar Negeri menyampaikan kecaman terhadap pernyataan yang disampaikan Presiden Prancis," kata Juru Bicara Kemenlu RI, Teuku Faizasyah, seperti dilansir dari CNNIndonesia.com, Selasa (27/10/2020).

Macron memantik perdebatan setelah menyampaikan pernyataan pada Jumat (23/10), pekan lalu. Dia mengatakan "Islam adalah agama yang mengalami krisis di seluruh dunia".

Meski demikian, Macron menyatakan tetap mempertahankan prinsip sekuler yang diterapkan Prancis.

Reporter : Dimas Elfarisi
Editor : Sesmawati