• News

  • Peristiwa

BS Sentil Mahfud Usai Semprot Macron: Kalo Dibongkar yg Hina Kristen Gak Muat Satu Karung

Birgaldo Sinaga
Foto: Istimewa
Birgaldo Sinaga

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD menyatakan Presiden Prancis Emmanuel Macron mengalami krisis gagal paham jika tak memahami pemeluk agama apapun akan marah agamanya dihina.

Peryataan Mahfud ternyata mendapat sorotan warganet. Birgaldo Sinaga, Rabu (28/10/20) mencuit dan menyentil Mahfud, katanya:"Pak @mohmahfudmd ntar Macron bilang sama anda...daripada anda urusin gua..coba anda urusin orang2 yang ngomong patung Yesus itu jin kafir di negara anda tuh."

"Coba lu urusin orang2 yang ngomong bidannya Yesus siape? Bagusnya anda diem aja Pak...kalo dibongkar orang2 yg menghina agama Kristen di sini, gak muat satu karung Pak. Bedanya yg dihina itu di sini santuyy aja..dan dilaporin ke polisi gak direspon di sini santuy aja..." imbuhnya.

Sebelumnya diberitakan, Mahfud MD menyatakan kecamannya terhadap Presiden Macron terkait karikatur Nabi Muhammad SAW. Bahkan meminta memanggil Duta Besar (Dubes) Prancis.

"Macron harus tahu bahwa agama Islam adalah agama rahmah, tapi pemeluk agama apa pun akan marah kalau agamanya dihina. Kalau tak paham itu berarti dia mengalami krisis gagal paham," ujar Mahfud dalam akun twitternya, Rabu 28 Agustus 2020.

Sebelumnya Pemerintah Indonesia, melalui Kementerian Luar Negeri (Kemlu) juga mengecam sikap Presiden Prancis Emmanuel Macron soal penerbitan karikatur Nabi Muhammad SAW.

Kecaman pemerintah terhadap sikap Macron disampaikan langsung kepada Dubes Prancis untuk Indonesia Olivier Chambard.

"Pertama, Kemlu telah memanggil Duta Besar Prancis pada hari ini (Selasa). Kedua, dalam pertemuan tersebut Kemlu menyampaikan kecaman terhadap pernyataan Presiden Prancis yang menghina agama Islam," kata Juru Bicar Kemlu Teuku Faizasyah, Selasa 27 Oktober 2020.

Pemanggilan Dubes Prancis Chambard dilakukan pukul 15.00. Namun demikian, menurut Faizasyah, Chambard belum memberikan respons terhadap kecaman Indonesia.

"Sementara belum ada (respons). Kan intinya kita memanggil dan menyampaikan posisi," terang Faizasyah.

Seperti diketahui, kecaman menghujani Prancis dan Presiden Emmanuel Macron setelah otoritas Prancis menegaskan hak mereka untuk mempublikasikan karikatur Nabi Muhammad. Sikap tersebut tetap disampaikan meskipun mereka mengetahui akan menyinggung umat Muslim.

Editor : Taat Ujianto