• News

  • Peristiwa

Refly Harun Bongkar Tanda-Tanda Presiden Jokowi Akan Tinggalkan PDIP

Pakar  Hukum Tata Negara, Refly Harun
Istimewa
Pakar Hukum Tata Negara, Refly Harun

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Ahli Hukum Tata Negara Refly Harun bongkar tanda-tanda Presiden Joko Widodo (Jokowi) akan meninggalkan PDIP pasca 2024. 

Tentu di saat ini, Jokowi dan PDIP masih saling membutuhkan. PDIP bisa dikatakan sebagai tulang punggung Presiden Jokowi, karena merupakan partai pendukung dan PDIP memiliki kursi terbesar. 

Tetapi dilihat dari kedekatan, justru Presiden Jokowi tidak dekat dengan kalangan PDIP sendiri. 

"Tentu peran PDIP sangat signifikan, termasuk peran Megawati Soekarnoputri. Tapi jangan lupa, selain PDIP dan Megawati, Jokowi juga dilingkari oleh beberapa elit politik partai lain," kata Refly, dikutip dari pernyataan di kanal Youtubenya, Kamis (29/10/2020).

Menurut Refly, salah satu yang kelihatan adalah Partai Golkar yang dipimpin oleh Airlangga Hartarto yang juga merupakan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian. Kedekatan menyebabkan banyak kebijakan pemerintah didorong oleh kementerian tersebut. 

Misalnya terkait Program Kartu Prakerja yang bukan melibatkan Kementerian Ketenagakerjaan. Menko Airlangga bahkan langsung turun tangan, meski seharusnya secara teknis hanya koordinasikan kegiatan kementerian yang jadi bawahannya.

Paling spektakuler adalah UU Cipta Kerja. Ini membuktikan kedekatan Presiden Jokowi dengan Airlangga, yang dekat dengan kelompok usahawan. Tak heran UU Cipta Kerja banyak melibatkan kalangan pengusaha.

Selain itu, Presiden Jokowi juga lebih dekat dengan Menteri Pertahanan Prabowo Subianto yang juga merupakan Ketua Umum Partai Gerindra. Seperti diketahui, Prabowo notabene merupakan pesaing dalam dua kali Pemilihan Presiden di 2014 dan 2019. 

Tidak hanya sebagai Menhan, Jokowi juga memberi tanggung jawab Prabowo terkait ketahanan pangan. Tindakan Jokowi ini juga menunjukkan ada lingkaran orang yang dipercaya, karena mereka memiliki pengaruh besar.

"Ada juga orang non profesional non partai yang jalin kedekatan. Diantaranya Budi Karya, Basuki Hadimuljono, Rini Sumarno, lalu muncul Erick Thohir," kata Refly.

Bagi Refly, pasca Pilpres 2024, Jokowi dihadapkan pada pilihan untuk tetap di Partai Politik atau membuat kekuatan sendiri. Kekuatan utama Jokowi adalah pada kekuatan non Paprol, yakni relawan yang masih setia.

Reporter : Martina Rosa Dwi Lestari
Editor : Nazaruli