• News

  • Peristiwa

Permadi ke Ustadz Hilmi: Ustadz Ajarkan Penghina Nabi Harus Mati, Ajaran Terorisme?

Pegiat Media Sosial (Medsos) Permadi Arya alias Abu Janda
Twitter
Pegiat Media Sosial (Medsos) Permadi Arya alias Abu Janda

JAKARTA, NETRALNEWS.COM – Pegiat media sosial Permadi Arya menanggapi cuitan Ustadz Hilmi Firdausi yang mengatakan penghina Rasulullah hukumannya adalah mati. Uztadz Hilmi mengacu pada kesepakatan jumhur ulama sesuai hadits dari sahabat nabi, Ali bin Abi Thalib RA dan Ibnu Abbas RA.

“Ada yg bilang "Nabi saya memaafkan org yg menghinanya". Rasul sbg pribadi mmg tak pernah marah ktika pribadinya dihina. Tp jumhur ulama sepakat menghina Rasulullah hukumannya adlh mati sesuai Hadits dari Ali RA & Ibnu Abbas RA. Membela Allah & RasulNya adlh kwjiban setiap muslim,” tulis Ustadz Hilmi di akun Twitternya, Kamis (29/10/2020)

Menurut Permadi, karena ajaran ini, akan ada umat yang jadi teroris karena mengamalkannya, seperti contoh di Prancis dimana seorang murid memenggal gurunya karena menghina nabi.

“Ustadnya mengajarkan menghina nabi harus mati dibunuh, umatnya mengamalkan jadi Teroris penggal leher orang. Gimana kalian bisa menyangkal kalian memang mengajarkan Terorisme? monggo jawab Ust @Hilmi28,” tulis Permadi di akun Twitternya, Kamis (29/10/2020).

Cuitan Permadi langsung ramai dikomentari netizen seperti terpantau netralnews berikut;

@SaharBanu12: Gimana sih bang.... Itu hadis nya bunyinya membela adalah kewajiban... Tapi kok di tafsirkan hukuman nya mati.... Nggak faham aku....

@SaharBanu12: Ia ik... Ngeri... Membela dlm keadaan perang  mungkin... Maksud nya.... Trus kok jadi ulama sepakat... Itu lho yg kadang puyeng liat nya...

@Yatie84991237: Si Hilmi itu Ngustad si***.. Dia tidak mngamalkan ajaran Islam yg Rahmatan Lil Allamin.. Dan hal tsb jelas2 mnunjukan bhwa ybs BUKANLAH umat (pengikut) Rasul yg baik Itu ajah koentji-nya!

Sebelumnya, dua orang tewas dalam serangan di luar sebuah gereja di Nice, Prancis, Kamis (29/10/2020) pagi waktu setempat, sementara beberapa orang lainnya ikut terluka.

Polisi mengatakan pelaku menyerang dengan menggunakan pisau, seorang korban tewas karena dipenggal.

"Situasinya sekarang terkendali," kata juru bicara polisi Florence Gavello, dikutip dari AFP.

Tersangka pelaku langsung ditahan tak lama setelah serangan oleh pasukan keamanan sekitar pukul 09.00 pagi.

Wali Kota Nice Christian Estrosi lewat akun Twitter mengatakan bahwa insiden itu merupakan serangan teror.

"Saya dapat mengkonfirmasi semuanya, biarkan kami berpikir ini adalah serangan teror di Notre-Dame Basilica," ujarnya.

Serangan ini terjadi tak lama setelah Prancis juga diguncang oleh pembunuhan seorang guru terkait kartun Nabi Muhammad.

Reporter : Dimas Elfarisi
Editor : Sesmawati