• News

  • Peristiwa

Kecam Macron karena Hina Nabi, TZ: Di Dalam Negeri Penghina Agama ada yang Dibiarkan

Wakil Sekretaris Jenderal Majelis Ulama Indonesia (MUI) Tengku Zulkarnain
Istimewa
Wakil Sekretaris Jenderal Majelis Ulama Indonesia (MUI) Tengku Zulkarnain

JAKARTA, NETRALNEWS.COM – Isu soal kecaman terhadap Presiden Prancis Emmanuel Macron karena menghina Islam dan Nabi Muhammad masih hangat diperbincangkan di media sosial. Tengku Zulkarnain bahkan mengaku miris karena dibalik kecaman tersebut, di dalam negeri para penghina agama malah ada yang dibiarkan.

“Macron dikecam karena menghina Nabi, menghina Agama.

Anehnya para penghina Agama di dalam negeri ada yg dibiarkan,” tulis Tengku Zul di akun Twitternya, Kamis (29/10/2020).

Wakil Sekjen Majelis Ulama Indonesia (MUI) itu malah menyeret film dikeluarkan oleh Nahdlatul Ulama yang berjudul My Flag: Merah Putih vs Radikalisme yang juga menuai banyak kecaman. Ustadz asal Sumatera Utara itu mempertanyakan siapa sponsor film yang tuai banyak kecaman itu?

“Produk Prancis mulai diboikot di luar negeri, khususnya negara negara Arab.

Bagaimana dengan sponsor film My Flag & Radikalisme?

Sponsornya apa saja?

Bisa didata?” imbuhnya.

Sebagai informasi, Film "MY Flag: Merah Putih Vs Radikalisme" diluncurkan NU di akun Youtube-nya dalam rangka memperingati hari Santri Nasional.

Namun, alih-alih mendapatkan pujian justru film yang dibintangi Gus Muwaffiq itu mendapatkan kecaman dari berbagai pihak.

Film My Flag: Merah Putih Vs Radikalisme itu sendiri sudah ditonton 500 ribuan dan lebih dari 29 ribu warganet ikut mengisi kolom komentar.

Ada banyak komentar mengkritik film tersebut, karena dianggap memecah belah bangsa.

Warganet menganggap film yang sedianya mengangkat nasionalisme dan melawan radikalisme itu justru tampak menyudutkan ummat muslim lain dan berpotensi menimbulkan perpecahan.

Tidak itu saja, publik juga menyayangkan akun Youtube NU itu menyembunyikan jumlah orang yang menyukai dan tidak menyukai film tersebut

Film itu sendiri menceritakan tentang perjuangan para santri menjaga kedaulatan negara. Mereka berjuang sekuat tenaga melindungi kehormatan bendera Merah Putih.

Dalam film tersebut ada adegan ketika para santriwati bertarung melawan beberapa wanita bercadar.

Reporter : Dimas Elfarisi
Editor : Sesmawati