• News

  • Peristiwa

Ngabalin ke Musni: Katanya Rektor dan Guru Besar tapi Kok Isi Kepalanya Hanya Ada Sampah

Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Kepresidenan (KSP), Ali Mochtar Ngabalin
Istimewa
Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Kepresidenan (KSP), Ali Mochtar Ngabalin

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Kepresidenan (KSP), Ali Mochtar Ngabalin dan Rektor Universitas Ibnu Chaldun Musni Umar (MU)  saling sindir di Twitter.

Hal ini berawal dari permintaan Ali Mochtar Ngabalin (AMN)  kepada Polisi untuk menangkap Refly selaku pemilik kanal YouTube dan Ustad Muhammad Yahya Waloni yang kerap memberikan kritik keras kepada pemerintah.

Menangapi permintaan Ngabalin tersebut, Musni mengatakan, jika setiap orang yang mengeluarkan kritik ditangkap dan dipolisikan. Maka sistem demokrasi di Indonesia sudah tak berjalan dengan baik.

"Ini sudah politik bumi hangus siapa yang mengeritik dilaporkan ke aparat dan diminta untuk ditangkap. Pada hal dlm negara demokrsi wajar ada kritik," tulis Musni Umar Selasa (27/10/2020).

Tidak senang dengan pernyataan Musni Umar, Ngabalin pun mengatakan isi kepala Musni Umar yang seorang rektor dan Guru Besar hanya sampah.

"Katanya REKTOR dan GURU BESAR tapi koq isi kepalanya, hanya ada SAMPAH. Kenapa ya?," tulis Ngabalin Kamis (29/10/2020).

Cuitan Ngabalin pun direspon berbagai komentar oleh netizen. Berikut rangkumannya seperti yang terpantau netralnews.com, Kamis (29/10/2020)

@bodybuliderxx: Dia adalah orang yg sangat langka..di indonesia...sampai2 unesco aja nurut perintahnya.....suruh bangun pak....tidurnya kemiringen jadi kentir otak nya

@kensidoling1: Biarkan sj bang, bnyk org2 jahat hidup berdampingan dgn orang baik bagaikan padi yg tumbuh disawah juga ada ilalangnya dan pd saat dipanen mrk akan dikumpulkan dan dibakar.

Ttp hidup dlm negara hukum mk walau sebebasnya berdemokrasi ada aturannya, siapa yg merusak akan ditindak.

@Winartosandila: Kalau rektor , terkenal krna hanya bualan yg tdk ilmiah sangat memalukan..

Mestinya orang cerdas BS menjaga argumen keilmuannya ..ini ko malah ngawur ..

@BangMaestro: Musni umar sbg Rektor dan Guru Besar tapi pemahaman ttg Demokrasi hanya segitu." Bedakan "Kritik" dgn "Menghina" pun tak bisa..!

Editor : Sesmawati