• News

  • Peristiwa

Refly Harun Duga Jokowi akan Bangun Dinasti Politik Melalui PSI

 Refly Harun duga Jokowi akan bangun dinasti politik melalui PSI.
CNBC
Refly Harun duga Jokowi akan bangun dinasti politik melalui PSI.

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Ahli Hukum Tata Negara Refly Harun duga Presiden Joko Widodo (Jokowi) akan bangun dinasti politik. Tapi, dinasti politik itu diduga tidak dibangun di PDIP, melainkan melalui Partai Solidaritas Indonesia (PSI).

Pernyataan ini disampaikan Refly, menganalisa tindakan Presiden Jokowi pascra Pilpres di 2024. Menurutnya, di tahun tersebut usia Jokowi masih 60 tahun awal dan semangat, serta ambisi politik masih ada.

"Jadi kalau kita lihat, Presiden Jokowi bangun dinasti politik barangkali tak dibangun PDIP, tapi dibangun partai kelompok lain. Bisa saja melalui PSI, karena secara ideologi, road, sama dengan PDIP," kata Refly, dikutip dari pernyataan di kanal Youtubenya, Jumat (30/10/2020).

Dugaan lain, Presiden Jokowi bisa juga membangun kekuatan non partai seperti yang dilakukan presiden terdahulu. Contohnya Presiden BJ Habibie yang miliki The Habibie Center dan Presiden Abdurahman Wahid yang miliki Abdurahman Wahid Center.

"Pilihan Jokowi pasca 2024, pilihan untuk tetap di Partai Politik atau buat kekuatan sendiri," tegas Refly.

Refly menilai, kekuatan utama Jokowi hingga saat ini justru pada kekuatan non Parpol yakni para relawan yang masih setia. Walau dalam beberapa kesempatan masih sering mengkritik Jokowi dan kinerja menteri, tetapi kesetiaan relawan Jokowi dinilai masih sangat tinggi.

"Ini bisa jadi kekuatan yang digunakan Presiden Jokowi untuk membuat jalur politik sendiri. Apalagi masih sangat muda untuk resign dari politik," kata Refly.

Pernyataan ini disampaikan Refly, menilai Presiden Jokowi yang tidak dekat dengan PDIP. Refly juga menanggapi dugaan Presiden Jokowi yang akan "meninggalkan" PDIP.

Berbicara kedekatan, Refly menilai, justru Presiden Jokowi terlihat tidak nyaman dengan kalangan PDIP sendiri. Pasalnya di PDIP, dia tidak pernah menjadi nomor satu.

Misalnya kesempatan indikasi Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri tidak lagi di dunia politik, tidak ada jaminan Jokowi mendapatkan tempat di PDIP, pasca tidak menjadi presiden.

Reporter : Martina Rosa Dwi Lestari
Editor : Sulha Handayani