• News

  • Bisnis

162 Tahun Berdiri, Robinsons Singapura pun Menyerah

162 Tahun berdiri, Robinson Singapura  tutup.
Straits Time
162 Tahun berdiri, Robinson Singapura tutup.

SINGAPURA, NETRALNEWS.COM - Robinsons sedang melikuidasi dua department store yakni The Heeren dan Raffles City Shopping Center, demikian kata peritel, Jumat, (30/10/2020).

Artinya, dua toko terakhir Robinsons akan tutup dan perusahaan akan keluar dari kancah ritel Singapura setelah 162 tahun.

Robinsons mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa keputusan likuidasi dibuat setelah "ketidakmampuan toko untuk melanjutkan operasi karena permintaan yang lemah di department store".

Platform belanja online perusahaan juga tidak lagi beroperasi, tetapi pembeli dapat mengunjungi toko Heeren dan Raffles City untuk melakukan pembelian sementara itu.

Hari terakhir untuk dua toko fisik itu tidak jelas. Robinsons mengatakan likuidator yang ditunjuk sedang dalam negosiasi dengan tuan tanah tapi "kami berharap toko akan tetap buka untuk beberapa minggu mendatang".

Toko Robinsons di Malaysia yang berlokasi di Shoppes di Four Seasons Place dan The Gardens Mall juga akan menjalani proses likuidasi serupa.

Danny Lim, Manajer Umum Senior Robinsons, mengatakan: "Kami menyesali hasil ini hari ini. Terlepas dari tantangan baru-baru ini di industri, tim Robinsons terus mengejar kesuksesan merek. Namun, lanskap konsumen yang berubah membuat kami sulit untuk melakukannya. berhasil dalam jangka panjang dan pandemi Covid-19 semakin memperburuk tantangan kami."

"Kami menikmati kesuksesan selama bertahun-tahun, dan merupakan kehormatan bagi Robinsons untuk melayani pasar Singapura. Saya berterima kasih atas dedikasi tim kami, dan atas dukungan yang ditunjukkan oleh pelanggan kami selama bertahun-tahun,” tamah Danny ditulis Straits Time.

Robinsons menamabahkan bahwa tren ganda dan lebih  dari banyak orang yang beralih ke belanja online dan permintaan yang lebih rendah untuk department store adalah penyebab merosotnya penjualan ritel, masalah yang telah diperburuk oleh pandemi virus corona.

Operasi ritel rantai tersebut dibeli oleh Al-Futtaim Group yang berbasis di Uni Emirat Arab pada tahun 2008 seharga $600 juta.

Editor : Sulha Handayani