• News

  • Peristiwa

Novel Sebut Anti Ulama Komunis, DT: Ciee.. Ciee.. Novel Udah Merasa Sangat Pancasilais

Politisi Dewi Tanjung
Istimewa
Politisi Dewi Tanjung

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Politisi PDI-Perjuangan Dewi Tanjung (DT) menyindir Wasekjen Persaudaraan Alumni (PA) 212 Novel Bamukmin yang sudah merasa sangat Pancasilais.

Hal ini berawal dari kritikan Novel kepada Dewi terkait permintaan Dewi untuk menurunkan poster-poster Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab yang bertebaran di jalanan. Karena menurut Dewi poster tersrbut sudah lama terpasang.

Novel menyebut, sikap Dewi Tanjung sebagai langkah komunis. Pasalnya, kata dia, Dewi telah melakukan kebencian terhadap ulama.

Dan perempuan yang akrab disapa Nyai ini juga menyebut FPI dan PA 212 adalah teroris jika marah dirinya menginginkan semua poster Habib Rizieq Shihab di jalanan dibongkar. 

"Ciee.. ciee.. Skarang Novel udah merasa sangat Pancasilais neeh yee

Apa hubungannya suruh turunin poster sama Anti Ulama

Dan lagi poster si Rizik ini kan udah terlalu kelamaan di pajang di sepanjang jalan dan di pohon2

Takutnya Tempat hantu2 berkumpul kan lebih serem donk," tulis Dewi.

Cuitan Dewi pun direspon berbagai komentar oleh netizen. Berikut rangkumannya seperti yang terpantau netralnews.com, Sabtu (31/10/2020).

@PrakarsaWilly: Sudah bayar pajak belum tuh poster??

@Miduk17: Setau saya sih ulama itu ceramahnya sejuk, tidak suka membakar emosi dan bikin melotot

Ga tauuu ya mungkin ada yang udah di upgrade sekrang jadi begitu hehehe

@MrsRachelin: Klo poster /spanduk/baliho lain udah diturunin sapol pp.

Tp untun spanduk Hrs ga ada yg brani turunin ' maklum politik bls budi....

@yoris_ab: yg guobloook tu pemerintah setempat membiarkan poster2 rizieq nempel di pohon, baliho2 non permanen rizieq berdiri tanpa memikirkan keselamatan pengguna jalan jika sampai baliho tsb roboh ke badan jalan

@Putro81740871: Sifat manusia yg sellu ingin menang sendiri ingin bener sendiri menurut dirinya sendiri,dan tidk pernah bisa mau berfikir bagaimna perasaan org lain itu pun sama dengan sifat komunis,jangan2 novel teriak komunis2 dia dan gerombolan dia yg watak komunis tp bersorban.

Dewi Tanjung sendiri merupakan politikus PDIP yang kerap membuat pernyatan yang mengundang kontroversi.

Sebelumnya ia pernah menyebut Najwa Shihab dengan acara yang ia pandu, tidak jelas arahnya.

Pernyataan itu ia cuitkan terkait dengan aksi Najwa Shihab yang mengajukan pertanyaan kepada kursi kosong, sebagai bentuk sindiran terhadap Menkes Terawan yang tak kunjung memenuhi undangan Mata Najwa.

“Kok nyari rating begini amat ya. Kita melihat Najwa ini semakin aneh dan arahnya tidak jelas,” kata Dewi melalui akun Twitter miliknya pada awal Oktober lalu.

Bahkan, ia menyindir sosok Najwa dengan meminta agar menteri memperiksa otak Najwa. Dewi pun menyebut bahwa Najwa sedang kram otak lantaran dibuat pusing mengejar rating program acaranya di televisi, seperti yang dikutip dari Suarajakarta.

Editor : Sesmawati