• News

  • Peristiwa

Heboh Seks Bebas Pakai Kondom, Netizen: Daripada Kawin Siri Seminggu Ga Pakai Kondom...

Anggota DPD Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna
Foto: Antara
Anggota DPD Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Setelah dilaporkan ke Polda Bali karena dugaan penodaan agama Hindu dan isu SARA, anggota DPD Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna tidak mempersoalkannya.

"Terkait laporan, nggak apa silahkan saja. Itu hak masyarakat silakan saja. Yang pasti kan sebagai pejabat politik saya memiliki hak untuk berpendapat. Baca UU MD3 2014, 2018, tentang hak anggota DPD. Jadi seorang wakil rakyat, anggota DPD tidak bisa dituntut, karena pendapatnya terkait dengan sedang bekerja atau tupoksi. Saya menanggapinya biasa-biasa saja," ucap Wedakarna ketika ditemui di kantor DPD perwakilan Bali, Jumat (30/10/2020).

Ia menanggapi terkait laporan kepada polisi, atas pernyataannya, seks bebas diperbolehkan asalkan pakai kondom, yang dia katakan mengamankan PP Nomor 87 Tahun 2014.

"Terkait seks bebas misalkan anjuran memakai kondom yang saya sampaikan di dalam pidato. Itu mengamankan PP Nomor 87/2014. Itu ada program pencegahan untuk HIV AIDS. Karena di Bali cukup marak," kata dia.

Menanggapi berita tersebut, Jumat malam (30/10/20), akun FB @Mak Lambe Turah ikut membagikan tautan berita dan cuitannya ramai dikomentari netizen.

Mak Lambe Turah: BAHASAN MALAM GAISS... PAKE CAPSLOK BIAR DIBACA. TIDAK LUPA TANDA SERU !!!

Tja Prasetia: Bangsa Yang pengen terus hidup munafik dan dlm kebohongan. Bukannya mendukung edukasi seks malah teriak-teriak bapak tsb tidak bermoral

Lina Marlina: Lagi rame di Masalah AWK di Bali,video 3 th lalu diungkit di medsos.sampai di demo & dipukul kepalanya AWK sm pendemo

Bolo Dewe: Angel Wes Angel
 
Benina Wahyu Setyaningrum: Salahnya dimana sih? Pake kondom kan lebih aman

Andrew Sparda: Bagus pake kondom daripada kawin siri seminggu ngga pake kondom trus cerai

Sebelumnya dilansir Antara, Arya menyatakan, "Jadi ketika ditanyakan bagaimana cara menghindari HIV AIDS, salah satunya ya alat kontrasepsi dong. Apa lagi, karena saya tidak mau munafik. Karena saya harus berbicara dengan bahasa anak muda. Saya tidak bisa berbicara dengan bahasa pejabat. Itulah yang diminta oleh masyarakat. Jangan lupa pernyataan saya adalah tentang selalu saat saya sedang bertugas di Bali."

Terkait dugaan penganiayaan yang terjadi di kantor DPD, ia juga menyerahkan penanganan persoalan itu kepada Polda Bali.
"Hal-hal berbau politik maupun itu program atau isu-isu. Kami sudah selesaikan hari ini melalui undangan terbuka. Saya ingin membuktikan bahwa saya tidak lari dari tanggung jawab," kata dia.

Ia mengaku siap memperbaiki diri dan datang ke Nusa Penida selama satu sampai dua hari ke depan.

"Ayo kita selesaikan secara musyawarah mufakat dan Pancasila," katanya.

Sebelumnya, tetua (pinisepuh) Perguruan Sandhi Murti, I Gusti Ngurah Harta, dan seorang warga dari Nusa Penida, Kabupaten Klungkung, melaporkan Wedakarna atas dugaan penodaan agama Hindu.

Didampingi pengacara pada Jumat (30/10/2020), Harta mengatakan ada dua hal yang akan dilaporkan. Pertama terkait pernyataannya yang diduga melecehkan simbol-simbol yang dipuja masyarakat Bali dan kedua, pernyataannya saat pidato di SMAN 2 Tabanan yang diduga menyatakan seks bebas diperbolehkan asalkan pakai kondom.

Editor : Taat Ujianto