• News

  • Peristiwa

Usai Kirim Pesan Pilu, Silva Temui Ajal, BS: Seketika Lamat2 Lagu Ave Maria Mengalun...

Simone Barreto Silva
Foto: Istimewa
Simone Barreto Silva

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Usai kejadian memilukan di gereja Prancis yang menewaskan tiga orang salah satunya seorang ibu asal Brasil meninggal bak seorang pahlawan usai mengalami luka parah karena melawan teroris di Nice, Prancis.

Meski terluka parah ia masih memberikan peringatan kepada penduduk sekitar terkait aksi teror tersebut, hal ini dijelaskan oleh keluarga dan kerabatnya.

Ibu asal Brasil ini bernama Simone Barreto Silva (44), seorang penari samba kelahiran Brasil yang beralih profesi menjadi perawat lansia di Prancis.
Dikutip Pikiran-Rakyat.com dalam artikel "Pesan Terakhir Seorang Ibu Korban Aksi Teror Gereja di Nice: Beritahu Anak-anak Saya Cinta Mereka" dan dari laman Daily Mail, Silva berhasil melarikan diri dari Gereja Notre Dame meski ditikam beberapa kali oleh pelaku teror.

Menanggapi kejadian memilukan tersebut, Minggu (1/11/20), Birgaldo Sinaga membuat catatan mengharukan:

SILVA: TELL THEM, I LOVE MY CHILDREN

Simone Baretto Silva Kamis pagi itu  memohon belas kasihan agar tidak dibunuh. Ia mengiba agar tidak disakiti. Ia punya anak 3 orang yang masih perlu pelukan dan perlindungannya.

Pria Tunisia bernama  Brahim Aouissaoui itu tidak peduli. Ia semakin ganas dan beringas. Begitu brutal. Bak serigala lapar memangsa korbannya. Mencabik2. Tanpa belas kasihan. Tanpa rasa iba.

Tusukan pisau sepanjang 30 cm itu hanya bisa ditangkis Simone dengan kedua tangannya. Berkali2 pisau itu menusuk tubuhnya. Simone berupaya lepas dari serangan Brahim.

Simone berhasil keluar dari serangan Brahim. Ia berlari ke seberang Katedral Notre Dame. Menyelamatkan diri.
Sayang, luka itu begitu banyak. Ia terkulai jatuh di sana. Kehabisan darah.

Sebelum tewas, Simone mengingat ketiga anak2nya. Wajah2 ketiga anak2nya begitu menguras nafasnya. Ia tahu tidak akan bisa bertahan. Simone sudah kepayahan. Nafasnya tersengal satu2.

Ia berkata lirih.."Katakan pada anak2ku...aku sangat mencintai mereka".

Seketika lamat2 lagu Ave Maria terdengar mengalun merdu  dari dalam Katedral Notre Dame.
Lagu itu mengantar kepergiannya ke rumah Bapa di Surga dengan cintanya yang begitu besar ditinggalkannya kepada ketiga anak2nya.

Selamat jalan Simone...

Sebelumnya diberitakan, Silva sempat melarikan diri ke restoran terdekat untuk mencari bantuan, tetapi nyawanya tidak bisa terselamatkan akibat luka yang cukup parah.

Saat dievakuasi oleh tim medis, Silva mengatakan pesan-pesan terakhir untuk ketiga anaknya. "Beri tahu anak-anak saya bahwa saya mencintai mereka," ujar Silva kepada tim medis.

Brahim Jelloule, manajer Unik Cafe di seberang gereja membenarkan bahwa Silva melarikan diri ke tempat miliknya. "Dia menyeberang jalan, berlumuran darah," ungkap Jelloule.

Setelah itu Jelloule mengatakan bahwa dengan luka di sekujur tubuhnya, Silva masih bisa berbicara dan memperingatkan orang lain tentang aksi teror tersebut.

"Dia masih berbicara, dia mengatakan bahwa ada seseorang di dalam (gereja)," tuturnya. Silva disebut sebagai korban ketiga dari aksi teror militan Tunisia bernama Brahim Aouissaou.

Aouissaou sebelumnya membunuh pekerja gereja berusia 54 tahun, Vincent Loques serta memenggal kepala seorang wanita berusia 60 tahun.

Beberapa saat setelah kejadian itu, keluarga Silva memberi penghormatan kepadanya. Mereka mengatakan keberanian sang penari telah mencegah lebih banyak kematian.

Adiknya, Solange Barreto menyebut Silva pergi ke gereja tersebut sebelum ke tempat ia bekerja.

"Adik saya sedang dalam perjalanan ke kantor, ketika dia melewati gereja ia terlebih dahulu membaca doanya," imbuh Solange.

Anderson Argolo, seorang pendeta yang mengenal Silva mengatakan kepada surat kabar setempat bahwa korban merupakan orang yang baik hati dan ia meninggal seperti seorang pahlawan.

"Meskipun terluka, dia berlari dan bisa membunyikan alarm untuk memperingatkan orang lain, agar mencegah tragedi yang lebih besar," tutur Argolo.

Diketahui Silva pindah ke Prancis dari Bahia, Brasil saat dirinya masih remaja. Dia kemudian masuk Universitas Nice Sophia Antipolis, sebelum mengikuti pelatihan menjadi koki di sebuah hotel.Temannya, Jorge Bezerra mengatakan bahwa Silva pernah memperlihatkan keahlian menari sambanya di pertunjukan Brasil Tropical, sebuah kabaret Brasil di Paris.

Editor : Taat Ujianto