• News

  • Peristiwa

Sebut Kaum Tarbiyah Lengserkan Wakil Rektor 1 UI, AA: Kekalahan Kubu NKRI?

Ade Armando
Foto: Istimewa
Ade Armando

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Dosen Universitas Indonesia (UI), Ade Armando menuding kaum Tarbiyah berada di balik pelengseran Wakil Rektor 1 UI, Prof Rosari Saleh yang akrab disapa Bu Oca.

Prof Oca dimusuhi kaum Tarbiyah lantaran kebijakannya tidak menguntungkan kaum islamis radikal di UI. Kebijakan yang dimaksud di antaranya penerimaan mahasiswa baru, pemberian beasiswa hingga penggunaan anggaran Kuliah Kerja Nyata.

Minggu (1/11/20), Ade Armando juga mencuit di akun FB-nya mempertegas apa yang ia sampaikan serta mengunggah video di Channel Youtubenya yang berjudul: "Kemelut Universitas Indonesia, Guru Besar Turun Tangan."

Wakil Rektor 1 Universitas Indonesia, Prof Rosari Saleh (Oca),  dipecat Rektor tanpa alasan jelas. Padahal Prof Oca adalah tokoh terpenting dalam melawan gurita kaum Islamis radikal di UI yang sudah tumbuh selama 20 tahun. Kekalahan kubu NKRI?

Sebelumnya dilansir Pojoksatu.com, Ade Armando menyebut Wakil Rektor 1 UI menangani bidang akademik dan kemahasiswaan, sebuah posisi yang menentukan untuk melawan kaum radikal.

“Tiba-tiba saja pada tanggal 21 Oktober, dia diberhentikan oleh Rektor UI Prof Ari Kuncoro,” kata dalam video yang dikutip dari channel Youtube Cokro TV berjudul “Kemelut Universitas Indonesia, Guru Besar Turun Tangan” pada Sabtu (31/10).

Menurut Ade, tidak ada penjelasan sama sekali dari rektor UI terkait pelengseran Prof Oca dari jabatan Wakil Rektor 1.

Keputusan Rektor UI, kata Ade, membuat para guru besar turun tangan. Mereka meminta penjelasan dari rektor terkait pemecatan Prof Oca.

“Mereka yang peduli dengan NKRI di UI tidak tinggal diam. Para guru besar UI sudah turun tangan. Mereka meminta Majelis Wali Amanat (MWA), Dewan Guru Besar, Senat Akademik Universitas untuk mempertanyakan keputusan tersebut dan meminta dan meminta rektor mempertanggungjawabkannya,” kata Ade.

“Keputusan rektor diambil dengan melanggar anggaran rumah tangga (ART) UI sendiri. Menurut ART UI, rektor tidak bisa memberhentikan begitu saja wakil rektornya,” tambah Ade.

Berdasarkan ART UI, kata Ade, seorang pimpinan hanya bisa diberhentikan kalau: habis masa jabatannya, sakit, meninggal, mengundurkan diri, tinggal di luar negeri, melakukan pelanggaran berat kode etik, menjadi terdkwa, terpidana, berafiliasi dengan parpol, dan terakhir kalau terbukti tidak melaksanakan tugas atau melanggar peraturan.

“Kalau dibaca itu semua, tidak ada satu pun alasan yang bisa diterima untuk memberhentikan Prof Oca,” ucap Ade.

Selama ini, kata Ade, Prof Oca dikenal sebagai sosok pimpinan universitas yang luar biasa. Visi, intelektualitas, integritas dan komitmennya tidak diragukan sama sekali.

“Prof Oca adalah perancang rencana strategis UI 2020-2024 yang diadopsi UI. Langkah-langkahnya dalam membangun kualitas akademik juga tak dipertanyakan,” jelas Ade.

“Tapi bagi mereka yang cinta NKRI, keunggulan Prof Oca terutama terletak pada komitmen, keberanian dan kegigihannya untuk melawan kelompok-kelompok Tarbiyah,” tandas Ade.

Editor : Taat Ujianto