• News

  • Peristiwa

Zona Merah Covid-19 Kembali Bertambah, Ternyata Ini Penyebabnya

Petugas medis sedang melakukan swab test kepada warga.
Antara Foto
Petugas medis sedang melakukan swab test kepada warga.

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Jumlah kabupaten-kota dengan zona risiko tinggi Covid-19 atau zona merah meningkat di pekan ini. Satgas Penanganan Covid-19 menganggap pemerintah daerah lengah melakukan penanganan pandemi.

Sistem zonasi tingkat risiko Covid-19 yang dilakukan #SatgasCovid19 menunjukkan peningkatan jumlah wilayah dalam zona merah, yakni dari 19 menjadi 27 kabupaten-kota.

Zona oranye atau risiko sedang menurun menjadi 370 dari pekan sebelumnya sebanyak 371 kabupaten-kota. Zona kuning atau risiko rendah pekan ini turun menjadi 97 dari sebelumnya 104 kabupaten-kota.

Zona hijau atau wilayah tanpa kasus baru meningkat dari 8 menjadi 9 kabupaten-kota. Sementara zona hijau (tidak terdampak) menurun dari 12 menjadi 11 kabupaten-kota.

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Prof Wiku Adisasmito menyatakan perkembangan pekan ini terlihat ke arah yang kurang baik. Penambahan jumlah daerah dengan status zona merah menunjukkan terjadi kelengahan daerah dalam melakukan penanganan Covid-19.

"Apabila masyarakat dan pemerintah daerah lengah, maka kabupaten-kota di zona oranye dapat berpindah ke zona merah. Dan ini terjadi pada 19 kabupaten-kota pekan ini. Ini menunjukkan pemerintah daerah dan masyarakatnya benar-benar lengah," tegas Wiku.

Ia meminta daerah yang status risikonya meningkat segera mengevaluasi penerapan protokol kesehatan. Karena perpindahan zona ke arah yang lebih berisiko harusnya dapat dihindari.

Masyarakat harus dipastikan menerapkan protokol kesehatan. Sementara pemerintah setempat menegakkan disiplin kepada masyarakat yang masih abai protokol kesehatan. Protokol itu diantaranya #ingatpesanibu untuk #pakaimasker, #cucitangan pakai sabun, dan #jagajarak hindari kerumunan. 

"Selain itu tingkatkan 3T bagi pemerintah daerah. Sehingga deteksi dini dapat dilakukan pada mereka yang positif dan kontak terdekatnya, serta pelayanan pasien dapat dilakukan lebih dini dan meningkatkan peluang untuk sembuh. Ingat penanganan Covid-19 adalah tanggung jawab kita bersama," pesan Wiku dilansir dari CNN Indonesia.

Editor : Widita Fembrian