• News

  • Peristiwa

Pedagang Ungkap Manfaat Positif Bansos Tunai dari Kemensos

Acara penyaluran BST di Balai Pertemuan di Kelurahan Perdagangan, Kecamatan Bandar, Kabupaten Simalungun.
Kemensos
Acara penyaluran BST di Balai Pertemuan di Kelurahan Perdagangan, Kecamatan Bandar, Kabupaten Simalungun.

SIMALUNGUN, NETRALNEWS.COM - Salah satu Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Bantuan Sosial Tunai (BST) Kementerian Sosial (Kemensos) Hamdayani Sinaga mengungkapkan manfaat positif dari Bantuan Sosial Tunai (BST).

Pria 49 tahun ini berjualan kebutuhan sehari-hari di warungnya, di Desa Perdagangan, Kecamatan Bandar. Memiliki 3 anak di mana satu masih sekolah, Hamdayani merasa hasil jualannya pas-pasan untuk memenuhi kebutuhan hidup. 

"Dulu sehari bisa dapat Rp150 ribu. Setelah pandemi kadang-kadang dapat Rp50 ribu. Untuk biaya yang masih sekolah ini ya agak berat pak," katanya. 

Pernyataan ini disampaikan saat Menteri Sosial (Mensos) Juliari P Batubara melakukan kunjungan ke sejumlah lokasi di Sumatera Utara, termasuk ke Simalungun yang merupakan kampung halamannya, Kamis (12/11/2020).  

Lebih lanjut, ia mengaku beruntung di saat sulit dia mendapatkan BST. Aparat desa yang melakukan pendataan memasukkan namanya dalam daftar penerima BST. 

Dia mengaku sudah menerima BST sejak pertama program ini berjalan pada Gelombang I dengan indeks Rp600 ribu. 

"Sampai saat ini masih terima dengan nilai Rp300 ribu. Saya ucapkan terima kasih kepada Kemensos atas bantuannya. Sangat membantu keluarga kami. Sebagian besar untuk makan dan kebutuhan sehari-hari. Sebagian untuk menambah modal usaha," katanya. 

Provinsi Sumatera Utara mendapat Bantuan Sosial dari Kemensos berupa, Program Sembako sejumlah 768.882 KPM, dengan nilai Rp1.657.086.100.000;  BST dengan jumlah  558.759 KPM senilai nilai Rp.2.244.623.900.000,  Bantuan Sosial Tunai (Non PKH) sebanyak 16.385 KPM, dengan nilai Rp.8.192.500.000,-.

Untuk Kabupaten Simalungun mendapat Bantuan Sosial dari Kementerian Sosial RI berupa: Program sembako sejumlah 44.020 KPM, dengan nilai Rp.97.148.650.000,-, BST sejumlah 41.592  KPM, dengan nilai Rp. 152.404.800.000. 

BST merupakan bansos khusus Kemensos yang menjangkau 9 juta KPM terdampak pandemi di luar Jabodetabek. Pada salur Gelombang 1 periode April-Juni 2020 indeks sebesar Rp600 ribu/KPM/bulan. Pada salur Gelombang 2 yakni Juli-Desember 2020, indeks sebesar Rp300 ribu/KPM/bulan.  

Reporter : Martina Rosa Dwi Lestari
Editor : Irawan.H.P