• News

  • Bisnis

Pandemi, Ternyata Ini yang Dicari Warga Australia dari Indonesia

Fashion salah satu  produk ekspor ke Australia.
UMKM
Fashion salah satu produk ekspor ke Australia.

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Menteri Perdagangan Agus Suparmanto meresmikan kantor baru Indonesia Trade Promotion Center (ITPC) Sydney. Hal ini sebagai bentuk optimalisasi fungsi kantor promosi dagang Indonesia di Sydney, Australia.

Peresmian dilakukan Mendag secara virtual dari Jakarta dan Duta Besar RI untuk Australia dan Republik Vanuatu, Kristiarto S Legowo secara langsung dari Sydney.

 “Merevitalisasi ITPC Indonesia merupakan kunci penting bagi Kementerian Perdagangan karena ITPC bukan hanya berfungsi sebagai institusi pemerintah, tetapi juga sebagai agen bisnis. Oleh karena itu, ITPC menjadi salah satu pendorong ekspor Indonesia ke dunia,” jelas Mendag, dalam siaran persnya, Kamis, (12/11/2020).
 
Mendag menyampaikan, ITPC berperan untuk memajukan pelaku usaha Indoensia, khususnya usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). UMKM berperan penting bagi perekonomian Indonesia karena menjadi tulang punggung, tidak hanya bagi ekonomi Indonesia tetapi juga ekonomi global.
 
UMKM, lanjut Mendag, mewakili 95 persen dari semua perusahaan di seluruh dunia. UMKM menyumbang 60 persen lapangan kerja dan menyumbang sekitar 35 persen dari PDB di negara berkembang serta 50 persen di negara maju. Di Indonesia, UMKM berkontribusi sebesar 57,8 persen terhadap produk domestik bruto (PDB).
 
“UMKM memiliki peranan yang sangat penting. Untuk itu, Kemendag berinisiatif menyediakan ruang pajangan di ruang pamer ITPC Sydney agar produk UMKM Indonesia memiliki peluang lebih besar di pasar  Australia,” ujar Mendag.
 
Pada kantor baru ITPC Sydney terdapat area khusus yang menampilkan berbagai produk unggulan Indonesia, terutama produk UMKM yang berpotensi diminati buyer Australia. ITPC Sydney bekerja sama dengan Kementerian Koperasi dan UKM melakukan kurasi berbagai produk yang dipamerkan di kantor  ITPC Sydney.
 
Saat ini, telah dipamerkan produk peralatan rumah tangga, kerajinan tangan, dan aksesori dari 21 UKM Indonesia. Para UKM tersebut adalah Alra Makmur Cahaya Selaras, Janedan Indonesia, Ruaya, Fuyummi Integral Indonesia, Someah Indonesia, Pala Nusantara, Batik Sekar Setaman, Galeri Wong Kito, dan Nadya

Fashion untuk produk fashion dan craft. AMPM Living, Biansa Home Fair Trade, Pt Dekor Asia Jayakarta, Interlinkstone, Timur Sejahtera, Legong Wooden Art, Maharani Craft, Ubay Daily, Wastraloka, On&On, Raja Serayu, dan Display Equipment untuk produk dekorasi rumah.

Editor : Sulha Handayani