• News

  • Peristiwa

Terobosan Pendidikan agar Anak Terhindar dari Depresi di Masa Pandemi

Upaya alternatif  Eka Maya Febriana dalam memenuhi pendidikan bagi anak di masa pandemi
Foto: Istimewa
Upaya alternatif Eka Maya Febriana dalam memenuhi pendidikan bagi anak di masa pandemi

BOGOR, NETRALNEWS.COM - Proses pembelajaran jarak jauh (PJJ) di sekolah formal banyak dikeluhkan sejumlah orangtua karena siswa harus mampu menggunakan piranti gawai yang terkadang sangat menyulitkan siswa, khususnya siswa di sekolah rendah (Paud dan SD).

Lebih-lebih bila kedua orangtua siswa bekerja dan anak harus menjalani PJJ sendiri di rumah.

Maka tak heran bila ada orangtua yang tak puas dengan situasi tersebut dan memutuskan untuk mencari alternatif model pembelajaran lain bagi anak-anaknya di masa Pandemi Covid-19.

Salah satu kisah tentang upaya terobosan tersebut dilakukan oleh Eka Maya Febriana (31). Ibu dengan empat anak ini kepada Netralnews, Rabu (11/11/20), menuturkan panjang lebar upayanya.

Keluar dari situasi traumatik

"Masa pandemi, mengharuskan orang tua dan anak-anak melakukan aktivitas di luar kebiasaannya selama ini. Salah satunya adalah kegiatan belajar dengan sistem daring. Dalam kegiatan daring, mengharuskan ibu atau ayah ikut terlibat mengajari anak, yang biasanya ini dilakukan oleh guru. Anak-anak yang semula melakukan kegiatan pergi ke sekolah kini berjam-jam lamanya berada di depan gadget. Hal ini tentunya, menimbulkan dampak traumatik bagi anak," tutur Eka.

Mengutip Public Health Ontario, Eka menyebutkan bahwa beberapa dampak negatif pandemic COVID-19 antara lain: hilangnya pendapatan/pekerjaan dalam keluarga, hilangnya pendidikan, kurangnya akses program sekolah dan layanan kesehatan, menurunnya cakupan kesehatan, penurunan aktivitas fisik dan peningkatan perilaku menetap, pola makan yang buruk, serta berbagai masalah kesehatan mental (misalnya peningkatan gejala depresi).

Melihat anak-anak mulai terenggut momen-momen belajar dan bermain bersama teman-temannya, Eka memutuskan merintis kegiatan belajar di sekitar tempat tinggal dengan memberi nama Azzahra School Garden.

"Azzahra School Garden adalah wadah belajar mulai dari Alquran hingga materi lain yang sesuai dengan anak dengan berbasis kebun di mana ada hewan, tanaman, dan microbiota yang harus dijaga kelestariannya demi keberlangsungan hidup manusia," terangnya.

Azzahra School Garden berada di Perumahan Taman Mutiara (Tamut) Pesanggrahan, Desa Ragajaya, Citayam, Bojonggede, Kabupaten Bogor, Jabar.

Di komplek ini masih dilakukan PSBB secara ketat. Hal ini terlihat dari gerbang komplek yang selalu tertutup, dan adanya larangan kunjungan pada hari kerja.

"Secara khusus, Azzahra Garden School diperuntukkan hanya untuk keluarga. Di luar jam belajar keluarga, anak-anak warga Tamut dipersilahkan untuk melakukan kegiatan fun learning," imbuhnya.

Dalam pantauan Netralnews, pagi ini ada kegiatan belajar putri dari Eka bersama guru privatnya. Anak tersebut asyik mengamati bekicot hingga ayam peliharaan, sementara Sang Guru memberikan penjelasan.

Sang Guru berusaha mengenalkan beragam kehidupan di sekitar kita dengan gaya yang santai dan bisa dinikmati anak.

Sang Guru juga juga mengajarkan aneka origami kepada putri Eka. Origami adalah salah satu model untuk mengasah motorik dan keterampilan anak.

Semua kegiatan itu dilakukan di area dekat rumah Eka dengan memanfaatkan lahan yang dikelilingi anyaman bambu.

Memang penampakannya sederhana namun sebagai rintisan tentang terobosan pembelajaran di tengah Pandemi, patut dipertimbangkan untuk diadopsi bagi keluarga lain.

Tujuan Azzahra School Garden

Adapun tujuan Azzahra Garden School, menurut Eka adalah:

1. Sebagai tempat belajar dan mentadzaburi Al-Qur'an
2. Dengan terpapar kotoran tanah, hewan dan tanaman maka akan terjadi kolonisasi mikroba yang berguna untuk meningkatkan daya tahan tubuh. Daya tahan tubuh inilah yang akan membentengi anak-anak dari infeksi virus.
3. Sebagai sumber ketahanan pangan keluarga di era pandemic.
4. Tempat mengembangkan life skill, kemampuan untuk bertahan hidup
5. Sebagai laboratorium alam untuk melakukan berbagai macam eksperimen.
5. Mengasah kreativitas anak
6. Meminimalisir traumatik pada anak di masa pandemi
7. Menciptakan enterpreneur muda