• News

  • Peristiwa

Terobati, Warga Petentengan Sesuka Udelnya Ditindak, BS: Pak JKW, Main Catur Ganti...

Birgaldo Sinaga
Foto: Istimewa
Birgaldo Sinaga

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Buntut dari kerumunan massa di Petamburan dan pasca kepulangan Habib Rizieq Shihab akhirnya terjadi pemecatan Kapolda Metro Jaya dan Kapolda Jawa Barat olej Kepala Kepolisian RI Jenderal Idham Azis. 

Bagi pegiat kemanusiaan, keputusan tersebut dianggap sedikit mengobati rasa kecewanya yang sebelumnya terkesan Pemerintah tidak tegas.

Melalui akun FB-nya, Selasa (17/11/20) Birgaldo membuat catatan berjudul "Pak Jokowi Ganti Main Catur dengan Main Gulat."

"Sehari sebelum pernikahan besar itu, saya masgyul sekali. Serasa negara ini tidak bisa berbuat apa2 sama satu orang yang membuat gaduh terus menerus," kata Birgaldo.

"Tapi negara bisa apa? Polisi yang dibayar pembayar pajak gajinya untuk menjaga ketertiban umum malah  kehilangan wibawa. Jatuh ke titik nadir rasa respek masyarakat. Segala atribut emblem pangkat yang melekat di bajunya sekedar asesoris saja," lanjutnya.

"Tapi hari ini rasa kecewa saya sedikit terobati. Syukurlah, suara kita yang keras itu akhirnya di dengar Kapolri. Kapolri mencopot Kapolda Metro Jaya dan Kapolda Jabar dari jabatannya. Menurut saya ini bak setetes air di tengah rasa haus kita akan ketegasan dan keberanian aparat menegakkan hukum tanpa pandang bulu. Jangan ada di negara ini  ada warga negara petentang petenteng berbuat sesuka udelnya," tulis Birgaldo.

"Ingat Pak Presiden Jokowi ..Bapak dapat mandat kekuasaan itu dari berjuta2 rakyat Indonesia. Dari Sabang sampai Merauke. Jujur Pak Presiden Jokowi..banyak teman2 saya sdh eneg dengan lemahnya negara pada peristiwa lumpuhnya Bandara Soetta beberapa hari lalu," katanya.

"Kalo bapak tegas, semua pendukung bapak akan membela bapak dengan jiwa raganya. Tapi kalo bapak memble hingga negara seperti auto pilot, kami akan lupakan nama bapak dalam memori di kepala kami selama2nya. Semoga Pak Jokowi kembali tegas dan hadir menghentikan ketidaktertiban hukum ini. Jangan lagi banyak main catur Pak. Sekarang main gulat saja," tandas Birgaldo.

Sebelumnya diberitakan, Kepala Kepolisian RI Jenderal Idham Azis tak hanya mencopot Kepala Kepolisian Daerah atau Kapolda Metro Jaya Inspektur Jenderal Nana Sudjana. Idham juga mencopot Kepala Kepolisian Daerah Jawa Barat Inspektur Jenderal Rudy Sufahradi.

Pencopotan ini diduga merupakan buntut acara yang digelar pemimpin FPI Rizieq Shihab. Rizieq menggelar acara peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dan pernikahan anaknya pada Sabtu, 14 November dan Ahad, 15 November 2020.

Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Mabes Polri Inspektur Jenderal Argo Yuwono mengatakan, Nana dan Heru dicopot lantaran tidak melaksanakan perintah terkait pengamanan protokol kesehatan.

"Ada dua Kapolda yang tidak melaksanakan perintah dalam menegakkan protokol kesehatan, maka diberikan sanksi berupa pencopotan yaitu Kapolda Metro Jaya dan Kapolda Jawa Barat," ujar Argo di kantornya, Jakarta Selatan, pada Senin, 16 November 2020.

Posisi Kepala Kepolisian Daerah Metro Jaya akan diisi oleh Inspektur Jenderal Fadil Imran. Sedangkan posisi Rudy bakal digantikan Inspektur Jenderal Ahmad Dofiri.

Editor : Taat Ujianto