• News

  • Peristiwa

Duh, Usai Warga NU, Ustaz Maaher Sakiti Hati Orang Medan gegara ‘Lonte‘

Ustaz Maaher At-Thuwailibi
Foto: Berita Heboh
Ustaz Maaher At-Thuwailibi

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Ustaz Maaher At-Thuwailibi menyebut sebutan lonte biasa digunakan di Medan. Warganet Medan angkat suara mengecam Maaher, tak terima dengan pernyataan Maaher.

Akun FB @Mak Lambe Turah, Rabu (18/11/20) ikut membagikan tautan dan mencuit: "Kemarin habis menyakiti hati orang-orang NU, menyakiti hati para pecinta Gus Dur dan Habib Lutfi. Menyakiti hati follower nyai @nikitamirzanimawardi_17, kini ada lagi... duh.... emang yaaa ada-ada aja...."

Sebelumnya diberitakan, awalnya Maaher melalui akun Twitter miliknya @ustadzmaaher_ mengunggah foto artis Nikita Mirzani.

Ia menyebut penggunaan sebutan lonte di Medan biasa digunakan.

Kata lonte atau kepanjangan dari lontong sate, kata Maaher, biasa digunakan untuk melabeli wanita amoral.

"Kami orang Medan menyebut lonte itu biasa. Lon-te (lontong sate) sebutan untuk wanita-wanita amoral," kata Maaher seperti dikutip Suara.com, Selasa (17/11/2020).

Kemudian, Ustaz Maaheer tampak menyentil pihak-pihak yang lebih pro kepada Nikita Mirzani ketimbang para Ulama. Bahkan, Ustaz Maaher menyebut mereka penikmat lonte.

"Lucunya, Ulama nyebut Lonte kau ocehin. Lonte hina Ulama, kau belain. Umat hantam lonte, kau ocehin. Lonte hina ulama, rumahnya kau jagain," ujar dia.

'"Kau ini penikmat Lonte apa gimana?" tandas Ustaz Maaher.

Cuitan Maaher tersebut menuai kecaman dari publik. Banyak warganet yang mengaku berasal dari Medan tak terima dengan pernyataan Maaher tersebut.

"Masa lontong sate jadi lonte, entah Medan darimana wkwk Lonte tetap lonte la mana ada singkatannya, mau ngadi-ngadi ustaz ini," ungkap @lapislegittttt

"Enggak usah bawa-bawa Medan, ini bukan kebiasaan orang Medan. Jelek, jelek saja, enggak usah bawa-bawa nama tempat juga," tutur @anna38549546.

"Enggak usah kau bawa-bawa Medan. Kalau enggak buat Medan bangga enggak usah kau bawa-bawa Medan!!" ujar @hebersinurat11.

"Ustaz palsu hanya memalukan Medan saja," ucap @gerard78661644.

"Aku juga orang Medan, begitu cakap lonte bisa dicabein mamakku mulutku. Orang Medan itu sopan-sopan, enggak boleh cakap kotor," kata @adenursaadah.

Dari penelusura, belakangan cuitan Maaher mengenai sebutan lonte di Medan itu telah dihapus oleh Maaher.

Cuitan tersebut tak lagi ditemukan di timeline milik Maaher.

 

Editor : Taat Ujianto