• News

  • Peristiwa

PA Sebut Hari Ini Para Setan Bersorban Merasa Panas Dingin, Ternyata Ini Maksudnya

Permadi Arya
Foto: Istimewa
Permadi Arya

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Diberitakan sebelumnya, Pangdam Jaya Mayjen TNI Dudung Abdurachman angkat bicara soal viralnya video yang menunjukkan baliho bergambar wajah Habib Rizieq Syihab diturunkan orang berseragam loreng. Mayjen Dudung menyatakan penurunan baliho itu atas perintahnya.

"Ada berbaju loreng menurunkan baliho Habib Rizieq, itu perintah saya. Karena berapa kali Pol PP menurunkan, dinaikkan lagi. Perintah saya itu," kata Mayjen Dudung, Jumat (20/11).

Keputusan aparat TNI ikut terjun menangani keberadaan Front Pembela Islam (FPI) rupanya mengundang simpati dari peguat media sesial Permadi Arya atau biasa dipanggul Ustaz Abu Janda.

Melalui akun Twitternya @permadiaktivis1, Permadi Arya mengatakan: "Hari ini saya senyum2 sendiri membuat kawan saya bertanya.. kenapa anda terlihat bahagia sekali? saya jawab: karena hari ini para iblis bergamis, setan bersorban, preman berjubah agama akhirnya merasa panas dingin gemetar ketakutan melihat ketegasan negara. Terima kasih TNI."

Meski demikian cuitan Permadi mengundang pro dan kontra netizen.

marimooouw @945RB_: HAL YANG TIDAK DI SADARI YANG MEMBUAT PERTENGKARAN ADALAH ABU JANDA DARI KMAREN KRITIK TRUS TAPI SENDIRINYA BRANI DI SOSMED

Doel Betawi Maniez @doelkemplang: Saya malah tadi pagi di WC udah lancar lega sekali..  Kemaren pas cucu nabi palsu pulang 3 hari susah BAB..  As***uuu tenan rijik..,!

Versuchen87 @Parsi_87: Sebanyak apapun premannya kalau sudah TNI yang bergerak mending mundur tertib

Sebelumnya, Mayjen Dudung juga menegaskan bahwa ada aturan yang harus dipatuhi terkait pemasangan baliho. Ia meminta tidak ada pihak yang seenaknya sendiri dan merasa paling benar.

"Kalau siapa pun di republik ini, ini negara hukum, harus taat kepada hukum. Kalau masang baliho udah jelas ada aturannya, ada bayar pajak, dan tempat ditentukan. Jangan seenaknya sendiri, seakan-akan dia paling benar, nggak ada itu. Jangan coba-coba pokoknya," tegasnya.

Dudung meminta tidak ada pihak yang seenaknya dan coba-coba dengan TNI. Dudung bahkan meminta FPI dibubarkan dan tidak bersikap seenaknya.

Seperti diketahui, viral di media sosial baliho bergambar wajah pimpinan FPI Habib Rizieq Syihab diturunkan. Baliho ini diturunkan orang berseragam loreng.

FPI mengaku kaget

Dilansir Detik.com, Pangdam Jaya Mayjen TNI Dudung Abdurachman menyebut penurunan baliho Habib Rizieq Syihab yang dilakukan personel TNI atas perintahnya. Front Pembela Islam (FPI) mengaku kaget.

"Setahu saya kan TNI itu menjaga keamanan ya, misalnya menjaga bagian. Sori, maksud saya, sepengetahuan saya, TNI itu bagian pertahanan, urusannya ketika ada kekerasan di luar negeri atau kekerasan bersenjata di dalam negeri," kata Wakil Sekretaris Umum (Wasekum FPI) Aziz Yanuar kepada wartawan, Jumat (20/11/2020).

"Atau ada ancaman keamanan. Dan saya, respons kami itu, respons saya, ya kaget saja, kaget dan bingung, TNI kok urusi baliho gitu," tambahnya.

Ia mempertanyakan terkait keterlibatan TNI dalam pencopotan baliho imam besar FPI tersebut. Menurutnya, seharusnya hal ini menjadi wewenang Satpol PP Provinsi DKI Jakarta.

"Itu kan tugasnya Satpol PP, kan tugasnya aparat ketertiban. Sekarang apa tumpang tindih gitu biasa di republik ini, saya nggak tahu juga, ya," jelasnya.

Dalam pernyataannya, Pangdam Jaya memerintahkan agar baliho diturunkan karena baliho kembali dipasang setelah diturunkan Satpol PP. Menurut Aziz, meski spanduk yang diturunkan kembali dipasang, penertiban spanduk masih menjadi kewenangan Satpol PP.

Dia mengatakan pihak FPI memang ada yang memasang baliho. Namun dia tidak dapat memastikan bahwa semua spanduk dipasang FPI. Sebab, ada simpatisan yang juga ikut memasang.

"Ya kalau dipasang lagi, ya dicabut lagi. Kan tugasnya Satpol PP begitu," ucap dia.

"Di luar banyak baliho. Terus, kalau udah dicabut, abis itu kan kerjanya mereka begitu, menertibkan kan. Sekarang kalau Satpol PP ambekan, begitu sudah dicabut, pasang lagi, sudahlah, nggak usah dicopot. Ya gini loh aparat hukum, aparat pemerintah ya harusnya nggak ngambekan-lah. Kalau memang kan memang tugasnya," imbuhnya.

Editor : Taat Ujianto